Nolak Diajak Hubungan Seks Istri Dibacok

Kompas.com - 07/04/2011, 20:01 WIB
EditorBenny N Joewono

TEGAL, KOMPAS.com — Indah Nurmalasari (34), warga Jalan Tanjung, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, mengalami luka sepanjang 14 sentimeter di bagian leher akibat sabetan benda tajam yang dilakukan suaminya, Faizin (37), Kamis (7/4/2011) sekitar pukul 03.00. Peristiwa tersebut diduga dilatarbelakangi rasa cemburu pelaku akibat korban menolak saat diajak berhubungan suami istri.

Usai melakukan perbuatan tersebut, pelaku melarikan diri. Sementara korban harus menjalani perawatan di RSUD Kardinah, Kota Tegal.

Berdasarkan data di rumah sakit tersebut, korban mengalami luka sedalam 1,5 sentimeter dengan lebar 1 cm dan mendapatkan penanganan dengan 14 jahitan.

Menurut kakak korban, Slamet Edi (40), selama lebih dari satu tahun terakhir pelaku tidak memiliki pekerjaan. Untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari, korban bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Padahal, keluarga itu harus menghidupi tiga anak yang duduk di bangku SLTP, SD, dan berumur satu tahun.

Meskipun demikian, pelaku sulit memahami kondisi istrinya yang harus bekerja ganda. Setiap hari, pelaku minta kepada istrinya untuk berhubungan suami isteri. Namun, karena pagi itu korban menolak, pelaku kemudian menyabet leher korban.

Korban sendiri mengaku tidak memenuhi keinginan suaminya karena merasa sangat lelah. "Capek, pekerjaan banyak," tutur Indah pelan.

Hingga kemarin, pelaku masih belum ditemukan. Kepala Polres Tegal Kota Ajun Komisaris Besar Kalingga Rendra Raharja melalui Kepala Polsek Tegal Timur Ajun Komisaris Teguh Riyanto mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Polisi juga masih memburu pelaku dan barang bukti yang digunakan. "Barang bukti belum ditemukan. Jadi belum diketahui pasti alat yang digunakan pelaku," kata Teguh.

Menurut dia, peristiwa itu diduga dilatarbelakangi rasa frustrasi pelaku yang tidak memiliki pekerjaan. Sebelumnya, pelaku bekerja sebagai buruh swasta di wilayah Kota Tegal. Setelah diberhentikan dari pekerjaannya, pelaku menjadi sangat pencemburu terhadap istrinya.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal, Hamidah Abdurrahman, mengatakan, perbuatan yang dilakukan pelaku terhadap istrinya merupakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). KDRT bukan merupakan kejahatan biasa karena disebabkan multifaktor serta berada dalam ruang keluarga.

Menurut dia, pemerintah daerah bertanggung jawab untuk melakukan pemulihan terhadap korban, melalui perawatan medis, bimbingan rohani, dan kompensasi material terhadap korban dan anak-anaknya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi Nonmuslim, Ketua Komisi X: Kami Prihatin atas Sikap Intoleran

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi Nonmuslim, Ketua Komisi X: Kami Prihatin atas Sikap Intoleran

Nasional
Begini Cara Cek Daftar Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 dan Pencairannya

Begini Cara Cek Daftar Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 dan Pencairannya

Nasional
Istana Terima Surat DPR soal Pengangkatan Listyo sebagai Kapolri, Pelantikan Akhir Januari

Istana Terima Surat DPR soal Pengangkatan Listyo sebagai Kapolri, Pelantikan Akhir Januari

Nasional
Doni Monardo Positif Covid-19 dan 12.191 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia

Doni Monardo Positif Covid-19 dan 12.191 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia

Nasional
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto Positif Covid-19

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto Positif Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Nasional
Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Nasional
UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

Nasional
Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Nasional
Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Nasional
Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 12.191 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.285

UPDATE: Sebaran 12.191 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.285

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X