Hari Sabarno Diperlakukan Istimewa?

Kompas.com - 30/03/2011, 17:46 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada yang berbeda dalam pemeriksaan tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi kali ini. Tersangka dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran 2002-2006, Hari Sabarno, Rabu (30/3/2011), didatangkan ke Gedung KPK, Jakarta, untuk diperiksa tanpa dikawal mobil tahanan.

Mantan Menteri Dalam Negeri itu menumpang mobil Kijang Innova hitam bernomor polisi B 1907 UFR dengan pelat hitam. Ketika ditanya terkait mobil yang dikendarainya, Hari menjawab, hal tersebut merupakan urusan KPK.

"Tanya KPK, saya tidak tahu," katanya, seusai pemeriksaan. Apakah Hari mendapatkan perlakuan istimewa dari KPK? Wakil Ketua KPK M Jassin membantah asumsi tersebut. "Enggak, tentunya enggak (diperlakukan istimewa)," kata Jassin, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Menurut Jassin, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu apakah penggunaan mobil selain mobil tahanan untuk Hari tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur atau tidak. "Kalau memang seharusnya menggunakan mobil tahanan, akan kita tegur. Apa mobilnya sekarang sedang rusak, kami belum bisa menyampaikan tindakan apa yang akan kita ambil," ungkapnya.

Jassin sendiri mengaku tidak mengetahui standar operasional prosedur terkait mobil tahanan. Namun, pada umumnya, kata Jassin, para tahanan yang kembali ke KPK untuk diperiksa setelah ditahan akan mengendarai mobil tahanan.

"Untuk itu, perlu kita cek dulu. Pimpinan tidak hafal semua SOP-nya, tapi umumnya menggunakan mobil tahanan," katanya.

Juru bicara KPK, Johan Budi, secara terpisah, menambahkan, penggunaan mobil dinas untuk mengantar tahanan ke KPK boleh saja dilakukan. Sebelumnya, menurut Johan, ada tahanan lain yang diantar tidak dengan mobil tahanan. "Kecuali dengan mobil pribadi, tidak boleh. Bisa saja mobil tahanan sedang penuh atau bannya kempes, nanti saya konfirmasi. Mobil dinas di KPK ada yang untuk angkut tahanan ada juga," ujar Johan.

Hari Sabarno yang juga purnawirawan TNI ditetapkan sebagai tahanan rumah tahanan Cipinang pada akhir pekan lalu. Ia menjadi tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan mobil kebakaran di seluruh wilayah Indonesia yang merugikan negara sekitar Rp 86 miliar. Ia disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siauw Giok Tjhan, Penggemar Cerita Detektif yang Ajak Pemuda Tionghoa Dukung Kemerdekaan RI

Siauw Giok Tjhan, Penggemar Cerita Detektif yang Ajak Pemuda Tionghoa Dukung Kemerdekaan RI

Nasional
Liem Koen Hian, Partisipasi Tokoh Tionghoa di Awal Pemerintahan RI

Liem Koen Hian, Partisipasi Tokoh Tionghoa di Awal Pemerintahan RI

Nasional
Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Nasional
Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Nasional
Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Nasional
Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Nasional
Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Nasional
Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Nasional
Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Nasional
Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Nasional
Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Nasional
Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Nasional
Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Nasional
Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Nasional
PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X