TKI Terus Dipantau

Kompas.com - 22/03/2011, 03:58 WIB
Editor

SURABAYA, KOMPAS - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jawa Timur, dan sejumlah pemerintah daerah di Jawa Tengah, yaitu Brebes, Tegal, dan Kabupaten Semarang, terus memantau keberadaan dan keselamatan tenaga kerja Indonesia di Jepang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Provinsi Jatim, Harry Soegiri, di Surabaya, Senin (21/3), mengatakan, 190 pemagang dan 50 TKI asal Jatim yang berada di Jepang sudah terdata. Sebagian dari mereka bahkan telah dipindahkan ke provinsi yang dinyatakan tidak terdampak gempa dan tsunami.

Menurut dia, dari 240 pekerja asal Jatim itu, hampir 60 orang bekerja di wilayah terkena tsunami, yakni di Iwake, Miyagi, dan Fukushima. Namun demikian sampai sekarang seluruhnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Brebes, Amin Budi Raharjo, mengatakan, selama ini tak ada catatan Pemkab Brebes tentang pengiriman TKI secara resmi ke Jepang. Kebanyakan TKI asal Brebes adalah tenaga magang, dan diseleksi dinas tenaga kerja dan transmigrasi provinsi, atau Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan TKI (BP3TKI).

Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyatakan, terus memantau keberadaan TKI di Jepang, meski kebanyakan TKI asal Jateng berada di lokasi yang jauh dari bencana. ”Ada 1.111 orang TKI Jateng berada di Jepang. Namun, sebagian besar di lokasi yang jauh dari bencana gempa, tsunami, dan nuklir,” kata Bibit Waluyo, usai meresmikan RS Ken Saras di Kabupaten Semarang.

Aksi sosial

Di Gresik, Jatim, siswa SMA Negeri 1 Kebomas, menggelar aksi solidaritas untuk Jepang dengan menghimpun dana bantuan melalui aksi teatrikal dan pembacaan puisi di halaman sekolah. Sejumlah siswa, guru, dan kepala sekolah mengenakan pakaian tradisional Jepang.

Kepala SMA Negeri 1 Kebomas, Mohammad Elvi Wahyudi, menyatakan, siswa SMA Negeri 1 Kebomas punya ikatan emosional dengan Jepang, karena Wahyudi pernah membawa siswanya ke Jepang pada 2007. Sebaliknya, siswa Jepang pun pernah datang ke SMA 1 Kebomas.

Dari Jember, Jatim, diperoleh informasi, empat orang alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perikanan dan Kelautan Puger yang magang di perusahaan prosesing ikan di Miyagi (Jepang) dipulangkan.(ETA/ACI/SIR/WIE/EKI/UTI)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.