Sendai Masih Porak Poranda

Kompas.com - 22/03/2011, 03:24 WIB
Editor

Sendai, Kompas - Hingga lebih dari sepekan setelah gempa dan tsunami, suasana kota Sendai, Prefektur Miyagi, masih porak poranda. Selain bandar udara dan pelabuhan yang hancur, kawasan kota ini juga nyaris lumpuh karena kelangkaan bahan bakar, makanan, dan air bersih.

Seperti dilaporkan wartawan Kompas Ahmad Arif dari Sendai Senin (21/3), Pasukan Bela Diri Jepang terlihat menyisir sejumlah kawasan di titik terparah terdampak gempa dan tsunami, seperti di sekitar Bandara Sendai, sekitar 2 kilometer dari laut, dan Pelabuhan Sendai. Mereka masih mencari mayat di antara puing-puing bangunan dan bangkai mobil. Bau busuk menguar di antara tumpukan puing itu.

Di Bandara Sendai, beberapa bangkai pesawat kecil dan helikopter berserak di antara bangkai mobil, puing bangunan, dan pepohonan yang tercerabut hingga akar.

Adapun di Pelabuhan Sendai, ribuan mobil berserak. Sebagian adalah mobil-mobil baru yang siap dikirim dan masih ada di truk pengangkut. Sejumlah warga dan karyawan perusahaan juga mulai membersihkan kawasan itu.

Di pusat kota Sendai yang tidak tersentuh tsunami, antrean warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok terlihat sejak pagi hari sebelum toko-toko buka. Hanya sedikit toko yang buka di kota terdekat dari titik pusat gempa itu sehingga warga khawatir kehabisan stok. Warga dibatasi untuk membeli enam macam bahan pokok.

Di tengah suhu dingin, antrean yang panjangnya lebih dari 1 kilometer itu tetap berjalan tertib. Sementara antrean warga untuk mendapatkan bahan bakar lebih panjang lagi, bisa mencapai 3 kilometer atau lebih. Aliran listrik di kota juga belum sepenuhnya normal. Banyak lampu lalu lintas yang mati.

Perjalanan menuju Sendai sendiri tidak gampang. Hanya mobil-mobil yang mendapat izin polisi yang boleh melewati jalan tol menuju kota berjarak 375,7 kilometer dari Tokyo itu. Kebanyakan adalah truk-truk bantuan, kendaraan Pasukan Bela Diri Jepang, dan ambulans.

Akibat tsunami

Para ahli gempa di Earthquake Research Institute (ERI) The University of Tokyo menyebutkan, bangunan-bangunan di Jepang tahan gempa, termasuk mampu menahan gempa berkekuatan 9,0 skala Richter yang mengguncang Sendai, Jumat lalu. ”Bangunan yang rusak hampir semuanya akibat tsunami,” kata Teruyuki Kato, profesor di ERI.

Kato juga mengatakan, beberapa tanggul telah dibangun di kawasan pinggir pantai Sendai. Hal tersebut karena pemerintah dan para ahli sudah memperkirakan dengan persentase 99,9 persen bahwa akan terjadi gempa dan tsunami di kawasan itu dalam waktu 30 tahun. Namun, kekuatan gempa dan tsunami ternyata lebih dahsyat dari yang diperkirakan.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X