Tiga Bom yang Sama di Hari yang Sama - Kompas.com

Tiga Bom yang Sama di Hari yang Sama

Kompas.com - 16/03/2011, 09:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Teror bom hadir lagi di Jakarta. Tiga paket bom yang sama beredar pada hari yang sama dan ditujukan kepada orang yang berbeda.

Paket bom pertama ditujukan kepada aktivis Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar-Abdall. Bom yang dibukungkus dalam sebuah buku itu dikirim ke Komunitas Utan Kayu di Jalan Utan Kayu Nomor 68 H, Jakarta. Paket diterima pukul 10.00.

Naas, sore hari bom itu meledak saat hendak dijinakkan Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan. Lima orang terluka, termasuk Dodi yang tangan kirinya putus.

Bom kedua beredar sore hari. Sekitar pukul 16.00, seseorang mendatangi rumah Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Yapto S Soerjosoemarno dan menyerahkan sebuah bungkusan kepada petugas keamanan di rumah itu. Yapto yang tiba di rumah pada pukul 19.00 curiga dengan paket tersebut dan menghubungi polisi. Paket itu ternyata berisi bom dan berhasil dijinakkan dengan cara diledakkan oleh tim Gegana.

Selanjutnya, sekitar pukul 21.30, paket bom juga dikirim ke Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta. Paket bom ditujukan kepada Kepala Pelaksana Harian BNN Komjen Pol Gorries Mere. Pasukan Gegana menjinakkan bom dengan cara meledakkannya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, paket buku berisi bom yang dikirimkan ke tiga tempat kemarin memiliki kemiripan. Judul buku, nama, maupun alamat pengirim sama.

"Semua sama," kata Boy saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/3/2011), ketika ditanya apakah ada kemiripan ketiga paket bom.

Dikatakan Boy, kesamaan lain adalah bahan peledak dimasukkan ke dalam ketiga buku yang dibolongi bagian tengahnya. Meski modus ketiganya sama, kata Boy, pihaknya belum bisa menyimpulkan bahwa pelakunya sama. "Masih dalam penyelidikan," kata dia.

Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan, hingga pagi ini pihaknya belum memeriksa saksi-saksi yang menerima paket, seperti Ulil Abshar Abdallah maupun Japto S Soeryosumarno. "Kita baru meminta keterangan saksi-saksi secara lisan. Di BAP (berita acara pemeriksaan) belum," katanya.

Menurut catatan Kompas.com, ini adalah paket bom pertama di Indonesia dalam bentuk buku. Buku setebal 412 halaman dengan judul "Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin" dilobangi bagian tengahnya dan disisipi bom.

Pengirimnya tertulis Drs. Sulaiman Azhar, Lc Alamat: Jl Bahagia Gg Panser No 29 Ciomas Bogor Telp 0813 3222 0579. Polisi tidak menemukan alamat yang dimaksud. Nomor telepon yang tercantum pun tidak bisa dihubungi.

Berikut ini video detik-detik ledakan di Utan Kayu: 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHeru Margianto

    Terkini Lainnya

    Dishub DKI Rencanakan Jak Lingko Mencakup Transportasi Laut

    Dishub DKI Rencanakan Jak Lingko Mencakup Transportasi Laut

    Megapolitan
    Pertanyakan Vonis Mati Terhadap Warganya, Konjen China Datangi Kejari Batam

    Pertanyakan Vonis Mati Terhadap Warganya, Konjen China Datangi Kejari Batam

    Regional
    Bawaslu Sebut Ada 563 Sengketa Pemilu Selama 2018

    Bawaslu Sebut Ada 563 Sengketa Pemilu Selama 2018

    Nasional
    Menhub Targetkan Tol Palembang-Lampung Digunakan April 2019, Waskita Keluhkan Hujan

    Menhub Targetkan Tol Palembang-Lampung Digunakan April 2019, Waskita Keluhkan Hujan

    Regional
    Badan Antariksa Rusia Janji Menolong Iron Man yang Tersesat

    Badan Antariksa Rusia Janji Menolong Iron Man yang Tersesat

    Internasional
    Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan IPDN, KPK Tetapkan Tersangka Baru

    Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan IPDN, KPK Tetapkan Tersangka Baru

    Nasional
    Lampu Rambu Pejalan Kaki di Kota Ini Pakai Siluet Elvis Presley

    Lampu Rambu Pejalan Kaki di Kota Ini Pakai Siluet Elvis Presley

    Internasional
    Setahun usai Menang Lawan ISIS, Bagaimana Kondisi Terkini Irak?

    Setahun usai Menang Lawan ISIS, Bagaimana Kondisi Terkini Irak?

    Internasional
    Jak Lingko Jadi Induk Transportasi Publik di Jakarta

    Jak Lingko Jadi Induk Transportasi Publik di Jakarta

    Megapolitan
    'Kami Ingin RUU PKS Segera Dibahas, Jangan Tunggu Setelah Pemilu'

    "Kami Ingin RUU PKS Segera Dibahas, Jangan Tunggu Setelah Pemilu"

    Regional
    [HOAKS] Jembatan Gadog di Bogor Ambruk akibat Hujan Deras

    [HOAKS] Jembatan Gadog di Bogor Ambruk akibat Hujan Deras

    Megapolitan
    Strategi Kubu Prabowo-Sandiaga Tingkatkan Elektabilitas di Jawa Tengah

    Strategi Kubu Prabowo-Sandiaga Tingkatkan Elektabilitas di Jawa Tengah

    Nasional
    JT Bakar Rumahnya Sendiri gara-gara Tunangan Menikah dengan Pria Lain

    JT Bakar Rumahnya Sendiri gara-gara Tunangan Menikah dengan Pria Lain

    Regional
    Jejalkan Cabai ke Mulut Anak Majikannya, PRT Asal Indonesia Dipenjara

    Jejalkan Cabai ke Mulut Anak Majikannya, PRT Asal Indonesia Dipenjara

    Internasional
    Kontras: Dalam Kontestasi Politik, Isu HAM Dipakai Jadi 'Gimmick' untuk Dongkrak Suara

    Kontras: Dalam Kontestasi Politik, Isu HAM Dipakai Jadi "Gimmick" untuk Dongkrak Suara

    Nasional

    Close Ads X