PGI Kecam Pemblokiran Gereja dan Ibadah

Kompas.com - 14/03/2011, 20:16 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Persekutuan Gereja-gereja Indonesia mengecam keras tindakan Pemerintah Kota Bogor yang bersama aparat kepolisian memblokir jalan ke arah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin dan melarang umat melaksanakan ibadah pada Minggu, 13 Maret 2011. Padahal, selama beberapa bulan terakhir, umat juga tidak bisa menjalankan ibadah di dalam gereja melainkan di trotoar depan gereja.

Kali ini, para jemaat justru sama sekali dilarang melakukan ibadat tersebut. Hal ini diakibatkan karena Pemkot Bogor menolak putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan, bahwa IMB GKI Taman Yasmin sehingga gereja itu belum bisa ditempati umatnya karena masih digembok dan disegel.

"PGI menyatakan keprihatinan yang sangat dalam atas adanya niat pembangkangan hukum dari aparat negara. Upaya relokasi juga bukanlah solusi yang baik untuk masa depan bangsa ini, karena hanya akan menciptakan segregasi agama di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk," ungkap Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian, Pendeta Gomar Gultom di kantor PGI, Senin (14/03/2011).

PGI mengajak semua pihak, terutama Pemkot Bogor, untuk menaati keputusan MA sebagai bentuk ketaatan hukum sehingga umat dapat kembali melaksanakan kegiatan ibadahnya di dalam gereja. Selain itu, PGI mengharapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera menghentikan tindakan diskriminasi terhadap GKI yang telah berlangsung sejak 14 Februari 2008 lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.