Pemimpin Kosovo Terlibat Mafia

Kompas.com - 01/03/2011, 04:12 WIB
Editor

Salah satu faktor kejahatan terorganisasi yang dilakukan sebagian petinggi KLA tidak terekspos ke dunia luar diduga karena sebagian negara Barat enggan merugikan sekutu mereka sendiri.

Serbia sendiri tak pernah mengakui kemerdekaan Republik Kosovo, yang dideklarasikan 17 Februari 2008. Serbia masih menganggap Kosovo sebagai salah satu provinsinya. ”(Deklarasi kemerdekaan Kosovo) ini jelas melanggar konstitusi (Serbia) dan hukum internasional. Gerakan separatis ini juga tak diakui oleh mayoritas negara di dunia, termasuk Indonesia,” kata Jeremic.

Saat ini 75 negara mengakui kemerdekaan Kosovo, sebagian besar di antaranya adalah negara Barat dan sekutu-sekutunya, kecuali Spanyol.

Jeremic mengatakan, negara-negara besar dan berpengaruh di dunia, seperti Rusia, China, India, Brasil, Argentina, dan Indonesia, tidak mengakui kemerdekaan Kosovo.

”Indonesia tak mengakui kaum separatis, dan ini menurut saya adalah posisi yang kuat dan prinsipiil dari negara ini. Penting bagi Indonesia untuk mempertahankan posisi ini,” ungkap Jeremic. (DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.