Ungkap Auktor Intelektualis Kerusuhan

Kompas.com - 10/02/2011, 13:59 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengusut siapa auktor intelektualis di belakang penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, dan kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah. Aparat harus segera menyeret otak tindakan kriminalitas ini ke meja hijau.

"Maka, kita berharap ada langkah hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Siapa yang anarkistis dituntut sesuai dengan hukum," katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis (10/2/2011).

Politisi PAN ini juga mengatakan, sebenarnya di tengah masyarakat semangat toleransi masih terbangun. Namun, situasi memanas karena peran para auktor intelektualis.

"Situasi jadi panas karena ada yang memanas-manasi. Rakyat kita di pedesaan seharusnya memiliki hubungan simbiosis mutualisme. Yang mayoritas jadi pengayom, yang minoritas menjadi bagian yang turut membangun," katanya.

Oleh karena itu, Taufik mengharapkan persoalan ini tidak dipolitisasi, seolah-olah negara dalam keadaan gawat. Selain itu, peran semua tokoh agama juga sangat dibutuhkan saat ini untuk terus mengembangkan toleransi di antara umat beragama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kerugian Negara Terkait Kasus Minyak Goreng Masih Dihitung

    Kerugian Negara Terkait Kasus Minyak Goreng Masih Dihitung

    Nasional
    Duduk Perkara UAS Ditolak Masuk Singapura

    Duduk Perkara UAS Ditolak Masuk Singapura

    Nasional
    Epidemiolog Nilai Status Kedaruratan Pandemi Covid-19 Dicabut Paling Cepat Akhir 2022

    Epidemiolog Nilai Status Kedaruratan Pandemi Covid-19 Dicabut Paling Cepat Akhir 2022

    Nasional
    Pesawat Malaysia yang Ditahan TNI AU karena Masuk Tanpa Izin Sudah Boleh Lanjutkan Penerbangan

    Pesawat Malaysia yang Ditahan TNI AU karena Masuk Tanpa Izin Sudah Boleh Lanjutkan Penerbangan

    Nasional
    Epidemiolog Soal Aturan Lepas Masker: Timing Belum Tepat

    Epidemiolog Soal Aturan Lepas Masker: Timing Belum Tepat

    Nasional
    Lin Che Wei Diduga Berperan seperti Makelar dalam Kasus Izin Ekspor CPO

    Lin Che Wei Diduga Berperan seperti Makelar dalam Kasus Izin Ekspor CPO

    Nasional
    Menhan Prabowo: Singapura Negara Sahabat dan Mitra Strategis

    Menhan Prabowo: Singapura Negara Sahabat dan Mitra Strategis

    Nasional
    Ma'ruf Amin Bertemu Wapres Zimbabwe, Harap Peningkatan Kerja Sama

    Ma'ruf Amin Bertemu Wapres Zimbabwe, Harap Peningkatan Kerja Sama

    Nasional
    Pakar Keberatan Kebijakan Lepas Masker, Sebut Masih Ada Ancaman Penyakit Lain

    Pakar Keberatan Kebijakan Lepas Masker, Sebut Masih Ada Ancaman Penyakit Lain

    Nasional
    Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker di Area Terbuka

    Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker di Area Terbuka

    Nasional
    Lepas Masker di Tempat Terbuka, Penghapusan Syarat PCR, dan Langkah Menuju Endemi Covid-19

    Lepas Masker di Tempat Terbuka, Penghapusan Syarat PCR, dan Langkah Menuju Endemi Covid-19

    Nasional
    Kelana Ridwan Kamil ke Elite Parpol, Pilih 'Warna' Apa?

    Kelana Ridwan Kamil ke Elite Parpol, Pilih "Warna" Apa?

    Nasional
    Pakar Sebut Pelonggaran Masker 14 Hari Usai Lebaran Terlalu Cepat

    Pakar Sebut Pelonggaran Masker 14 Hari Usai Lebaran Terlalu Cepat

    Nasional
    Elsam: Paradoks, Pemerintah Bagi-bagi Sertifikat tetapi Petani Ditangkapi Saat Konflik Agraria

    Elsam: Paradoks, Pemerintah Bagi-bagi Sertifikat tetapi Petani Ditangkapi Saat Konflik Agraria

    Nasional
    40 Petani di Bengkulu Ditangkap, Walhi: Tidak Ada Keseriusan Pemerintah Bereskan Konflik Agraria

    40 Petani di Bengkulu Ditangkap, Walhi: Tidak Ada Keseriusan Pemerintah Bereskan Konflik Agraria

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.