Alanda dan Kasus Bank Century

Kompas.com - 09/02/2011, 09:26 WIB
EditorHeru Margianto

KOMPAS.com — Kasus Bank Century selama ini lekat dengan gonjang-ganjing politik. Kita belum tahu ujungnya ke mana. Yang pasti, kasus ini telah "mengorbankan" Sri Mulyani yang mundur dari jabatan Menteri Keuangan. Kekuatan-kekuatan politik Indonesia pun tersandera oleh kasus ini.

Namun, lepas dari panasnya suhu politik akibat "tungku" Century yang tak kunjung padam, ada cerita lain yang selama ini tak pernah tersentuh. Century tidak hanya menggusur Sri Mulyani, tetapi juga menggusur cita-cita seorang remaja berusia 19 tahun, Alanda Kariza.

Alanda mencurahkan isi hatinya di blog pribadinya , Selasa (8/2/2011), terkait kasus Century yang ikut membelit ibunya. "Curhat"-an Alanda kemudian ramai diperbincangkan di situs microblogging Twiiter. Simpati dunia maya mengalir untuknya.

Lepas dari benar atau salah, lepas dari polemik hukum yang kini berjalan, juga lepas dari maksud membela siapa pun, (Baca: Melongok Kasus Ibunya Alanda) dan seizin Alanda, Kompas.com memuat tulisan Alanda: sisi lain dari Kasus Century yang penuh intrik politik. Berikut isi hati Alanda.

___________________________________________________

Jika ditanya apa cita-cita saya, saya hampir selalu menjawab bahwa saya ingin membuat Ibu saya bangga. Tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding mendengar Ibu menceritakan aktivitas saya kepada orang lain dengan wajah berbinar-binar. Semua mimpi yang saya bangun satu per satu, dan semoga semua bisa saya raih, saya persembahkan untuk beliau.

Belakangan ini, kita dibombardir berita buruk yang tidak habis-habisnya, dan hampir semuanya merupakan isu hukum. Saya… tidak henti-hentinya memikirkan Ibu. Terbangun di tengah malam dan menangis, kehilangan semangat untuk melakukan kegiatan rutin (termasuk, surprisingly, makan), ketidakinginan untuk menyimak berita… Entah apa lagi.

Selasa, 25 Januari 2011, periode ujian akhir semester dimulai. Hari itu juga, Ibu harus menghadiri sidang pembacaan tuntutan. Hampir tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan Ibu saya, yang sejak bulan September 2005 bekerja di Bank Century.

Hanya keluarga dan kerabat dekat kami yang mengetahui bahwa Ibu menjadi tersangka di beberapa kasus yang berhubungan dengan pencairan kredit di Bank Century. Sidang pembacaan tuntutan kemarin merupakan salah satu dari beberapa sidang terakhir di kasus pertamanya.

Sejak Bank Century di-bailout dan diambil alih oleh LPS, kira-kira bulan November 2008 (saya ingat karena baru mendapat pengumuman bahwa terpilih sebagai Global Changemaker dari Indonesia), Ibu sering sekali pulang malam, karena ada terlalu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Saya jarang bertemu beliau. Bahkan, ketika saya berulang tahun ke-18, saya tidak bertemu dengan Ibu sama sekali karena beliau masih harus mengurus pekerjaan di kantor. Itu pertama kalinya saya berulang tahun tanpa Ibu. Seiring dengan diusutnya kasus Century, Ibu harus bolak-balik ke Bareskrim untuk diinterogasi oleh penyidik sebagai saksi untuk kasus-kasus yang melibatkan atasan-atasannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    AHY: Kemerdekaan Hak Segala Bangsa, Tidak Terkecuali bagi Palestina

    AHY: Kemerdekaan Hak Segala Bangsa, Tidak Terkecuali bagi Palestina

    Nasional
    Kapolri Minta Antisipasi Mobilitas Masyarakat Saat Arus Balik Lebaran

    Kapolri Minta Antisipasi Mobilitas Masyarakat Saat Arus Balik Lebaran

    Nasional
    MUI Kecam Kekerasan Israel terhadap Warga Palestina, Ketegangan di Yerusalem Harus Dihentikan

    MUI Kecam Kekerasan Israel terhadap Warga Palestina, Ketegangan di Yerusalem Harus Dihentikan

    Nasional
    BKN: Belum Ada Rapat Koordinasi Bahas 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

    BKN: Belum Ada Rapat Koordinasi Bahas 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

    Nasional
    Presiden Jokowi dan Ibu Negara Akan Shalat Idul Fitri di Istana Bogor

    Presiden Jokowi dan Ibu Negara Akan Shalat Idul Fitri di Istana Bogor

    Nasional
    Seberapa Rela Kita Tidak Mudik demi Memutus Pandemi?

    Seberapa Rela Kita Tidak Mudik demi Memutus Pandemi?

    Nasional
    Mudik ke Konstitusi, Demokrasi, dan Reformasi

    Mudik ke Konstitusi, Demokrasi, dan Reformasi

    Nasional
    Menag: Mari Beribadah dan Lebaran dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

    Menag: Mari Beribadah dan Lebaran dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

    Nasional
    Indonesia Usulkan OKI dan GNB Segera Bertemu Bahas Persoalan Palestina

    Indonesia Usulkan OKI dan GNB Segera Bertemu Bahas Persoalan Palestina

    Nasional
    Wapres Ma'ruf Amin Akan Shalat Idul Fitri di Rumah Dinas

    Wapres Ma'ruf Amin Akan Shalat Idul Fitri di Rumah Dinas

    Nasional
    Di Hadapan Perwakilan ASEAN dan Jepang, KKP Perkenalkan 'E-Jaring'

    Di Hadapan Perwakilan ASEAN dan Jepang, KKP Perkenalkan "E-Jaring"

    Nasional
    Kirim 200 Oksigen Konsentrator, RI Harap India Bisa Tangani Pandemi Covid-19

    Kirim 200 Oksigen Konsentrator, RI Harap India Bisa Tangani Pandemi Covid-19

    Nasional
    KPK Terkesan Mau Singkirkan 75 Pegawai, Anggota Komisi III Minta Hasil TWK Disampaikan secara Transparan

    KPK Terkesan Mau Singkirkan 75 Pegawai, Anggota Komisi III Minta Hasil TWK Disampaikan secara Transparan

    Nasional
    Cek Larangan Mudik, Kapolri Bakal Tinjau Bandara Soekarno-Hatta hingga Terminal

    Cek Larangan Mudik, Kapolri Bakal Tinjau Bandara Soekarno-Hatta hingga Terminal

    Nasional
    Pakai Garuda, Indonesia Berangkatkan Hibah 200 Oksigen Konsentrator untuk India

    Pakai Garuda, Indonesia Berangkatkan Hibah 200 Oksigen Konsentrator untuk India

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X