Pemulangan TKI di Arab Saudi Terkendala Izin Keluar

Kompas.com - 08/02/2011, 03:09 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pemerintah terus memulangkan tenaga kerja Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air setiap hari. Namun, pemulangan ratusan TKI bermasalah masih menunggu penyelesaian izin keluar dari Pemerintah Arab Saudi.

Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin (7/2). Sebelumnya, dia, yang didampingi Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Soenarno, menerima rombongan Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah yang ingin menyerahkan secara simbolis hasil penggalangan Rp 1.000 untuk pemulangan TKI yang mencapai Rp 113,4 juta. ”Selama dua hari ini sudah ada pembicaraan bilateral di Jeddah antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi yang dipimpin Kementerian Luar Negeri menyangkut pemulangan TKI di Arab Saudi, terutama di Jeddah. Kesulitannya adalah exit permit (izin keluar) dari Arab Saudi,” ujar Muhaimin.

Setiap warga negara asing wajib memiliki izin keluar dari pemerintah setempat. TKI mutlak memiliki izin ini untuk menjamin seluruh hak telah terpenuhi dan dia tidak memiliki utang apa pun kepada majikan.

Jembatan Al-Kandarah di Jeddah menjadi tempat tujuan warga negara asing yang ingin dideportasi dari Arab Saudi. Mereka ingin ditangkap aparat Kerajaan Arab Saudi dan dibawa ke Tarhil (kantor imigrasi) untuk dideportasi. Menurut data Kementerian Luar Negeri per 18 Januari 2011, ada 214 WNI yang bertahan di bawah Jembatan Al-Kandarah.

Dalam kesempatan ini, Muhaimin menolak menerima dana yang diserahkan Anis. Menurut dia, Anis semestinya menyerahkan dana tersebut ke Kemlu yang memimpin pemulangan.

”Salah alamat kalau ke sini. Lagi pula, pemerintah punya anggaran khusus dan tahun lalu saja sudah memulangkan 20.000 orang dari Jeddah,” ujarnya.

Anis mengeluhkan sikap pemerintah yang belum juga memprioritaskan pemulangan TKI di Arab Saudi atau Mesir. ”Dari Mesir baru tiga TKI yang pulang. Begitu juga ratusan TKI yang masih ada di bawah jembatan di Jeddah. Yang kami dorong adalah pemulangan mereka,” ujar Anis.(HAM)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.