Yudi Latief: Negara Melakukan Pembiaran

Kompas.com - 07/02/2011, 15:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Yudi Latief berpendapat, insiden penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Kecamatan Pandeglang, Banten, merupakan bentuk pembiaran yang dilakukan negara. Dengan demikian, negara gagal melindungi warganya sekaligus melanggar hak asasi manusia.

Pertama, kata Yudi, negara telah gagal menjalankan amanat konstitusi untuk melindungi warga negaranya. Kedua, dengan sikap pembiaran tersebut, negara melanggar HAM yang teramat berat dengan melakukan pembiaran.

Yudi mengemukakan, sebenarnya insiden penyerangan atas nama agama ini bisa diatasi dengan melakukan deteksi dini. "Presiden tinggal bilang ke Kepala Polri atau Badan Intelijen Negara dan perintahkan secara tegas untuk lindungi rakyat. Jangan baru muncul reaksi belakangan setelah ada korban," ungkap Yudi, Senin (7/2/2011), di sela aksi Aliansi Koin untuk Pembohong, di depan Istana Negara, Jakarta.

 

Menurut Yudi, yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah melindungi warganya, karena bagaimana pun nyawa manusia selalu dimuliakan. "Negara tidak perlu terlalu tunduk pada kekuatan-kekuatan apa pun, karena tugas negara bukan bernegosiasi soal keyakinan itu sah atau tidak. Setiap negara harus melindungi warganya," tuturnya.

Insiden penyerangan Jemaah Ahmadiyah, Minggu (6/2/2011) pagi, memakan korban jiwa tiga orang, seluruhnya merupakan warga Ahmadiyah. Mereka diserang saat berada di rumah Parman, pemimpin Ahmadiyah di Cikeusik, Kecamatan Pandeglang, Provinsi Banten.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorNasru Alam Aziz
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Close Ads X