Presiden Minta Kembali ke SKB

Kompas.com - 07/02/2011, 15:30 WIB
EditorInggried

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak agar kembali pada kesepakatan yang termaktub dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Jaksa Agung. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, saat ditanya bagaimana respons Presiden terhadap peristiwa penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu (6/2/2011) kemarin.

"Disinggung oleh Presiden bahwa kita kembali pada apa yang disepakati dalam SKB. Untuk kasus itu diserahkan kepada Kepolisian," kata Agung kepada para wartawan di Gedung BPK, Jakarta, Senin (7/2/2011).

Agung sendiri meminta agar tidak ada lagi tindak kekerasan yang dilakukan atas nama agama. Masyarakat juga diimbau untuk menghormati kehidupan sesama umat beragama dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan segala permasalahan.

Secara terpisah, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pemerintah akan segera melakukan evaluasi terhadap Ahmadiyah terkait banyaknya kejadian menimpa kelompok tersebut.

"Semalam sudah ada rakor (rapat koordinasi) antara saya, Mendagri, dan Kejaksaan Agung. Kita sepakat melakukan evaluasi terkait pelaksanaan SKB tentang Ahmadiyah oleh Ahmadiyah sendiri," katanya di Surabaya, Senin (7/2/2011).

Menurut dia, SKB tentang Ahmadiyah tidak akan dievaluasi, tetapi pemerintah akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan SKB itu oleh Ahmadiyah sendiri terkait banyaknya kejadian menimpa organisasi itu.

"Jadi, kita akan melakukan evaluasi kejadian yang menimpa Ahmadiyah, lalu hasilnya akan disampaikan ke Menko Polhukam untuk dilaporkan kepada Presiden," katanya.

Ditanya kemungkinan pembubaran Ahmadiyah, Suryadharma mengaku pihaknya belum berani menyimpulkan ke arah itu karena ada banyak opsi yang akan dikaji. "Opsi terpenting yang dikaji adalah sejauh mana Ahmadiyah melaksanakan SKB itu, apakah dia benar-benar tidak menyebarkan ajarannya sebagaimana dilarang dalam SKB itu," katanya.  

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah: Hampir 80 Persen Kasus Positif Covid-19 Tak Bergejala Sama Sekali

    Pemerintah: Hampir 80 Persen Kasus Positif Covid-19 Tak Bergejala Sama Sekali

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: Pemerintah Telah Periksa 405.992 Spesimen Covid-19

    UPDATE 7 Juni: Pemerintah Telah Periksa 405.992 Spesimen Covid-19

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: Ada 40.370 ODP dan 14.197 PDP

    UPDATE 7 Juni: Ada 40.370 ODP dan 14.197 PDP

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: Tambah 50, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.851 Orang

    UPDATE 7 Juni: Tambah 50, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.851 Orang

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: Tambah 672, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 31.186

    UPDATE 7 Juni: Tambah 672, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 31.186

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: Tambah 591 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 10.498

    UPDATE 7 Juni: Tambah 591 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 10.498

    Nasional
    Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

    Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

    Nasional
    Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

    Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

    Nasional
    Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

    Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

    Nasional
    Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

    Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

    Nasional
    Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

    Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

    Nasional
    Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

    Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: 1.010 WNI Positif Corona, 601 Orang Sembuh

    UPDATE 7 Juni: 1.010 WNI Positif Corona, 601 Orang Sembuh

    Nasional
    RS Wisma Atlet Rawat 544 Pasien Positif Covid-19 dan Seorang PDP

    RS Wisma Atlet Rawat 544 Pasien Positif Covid-19 dan Seorang PDP

    Nasional
    Menko PMK: New Normal Bukan Berarti Seenaknya

    Menko PMK: New Normal Bukan Berarti Seenaknya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X