PKS Bantah Terlibat Revolusi Mesir - Kompas.com

PKS Bantah Terlibat Revolusi Mesir

Kompas.com - 06/02/2011, 21:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com —  Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq membantah indikasi keterlibatan kadernya dalam revolusi di Mesir. "Tidak benar kalau kader PKS, yang merupakan mahasiswa di Mesir, ikut membantu revolusi di Mesir," katanya di Jakarta, Minggu (6/2/2011).

Ia mengakui, sekitar 600 mahasiswa Indonesia di Mesir merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Mereka ditugaskan untuk mengevakuasi warga negara Indonesia dan itu pun pada tahap akhir," ujar Mahfudz.

Selain itu, dia menambahkan, kader PKS tersebut juga bertugas untuk menyalurkan logistik kepada warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak kekisruhan politik di Mesir. "Jadi, tidak benar kalau PKS ikut membantu dan terlibat dalam revolusi di Mesir," kata Mahfudz menegaskan.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta, sempat diberitakan di sebuah media, memberikan pernyataan bahwa kader PKS terlibat dalam upaya penggulingan rezim Hosni Mubarak. Namun, pemberitaan itu dibantah secara pribadi oleh Anis Matta. "Saya tidak pernah mengatakan kader PKS terlibat dalam revolusi Mesir," katanya.

Meski demikian, berita yang mengaitkan mahasiswa kader PKS dengan kekisruhan di Mesir itu membuat khawatir mahasiswa Indonesia yang berada di sana. "Pernyataan Sekjen PKS Anis Matta kepada sejumlah media massa di Indonesia itu bisa membunuh kami di Mesir. Mereka mendapatkan pamor di atas penderitaan kami," kata salah satu mahasiswa Universitas Al Azhar asal Kota Madiun, Jawa Timur, Ahda Zabila (25), melalui pesan yang dikirim ke akun Facebook, Minggu.

"Sweeping"

Ia menceritakan, kabar keterlibatan mahasiswa Indonesia tersebut telah berdampak pada banyaknya mahasiswa Indonesia di Kairo yang terkena aksi "sweeping" dan penggeledahan.

"Di antaranya yang menjadi korban adalah teman kami, Bisyri Ichwan, mahasiswa Al Azhar, Kairo, Fakultas Ushuluddin tingkat 2 asal Banyuwangi, Jawa Timur. Ia dan sejumlah temannya terkena aksi penggeledahan di rumahnya di kawasan Nasr City, tepatnya di daerah Tubromli," katanya.

Dalam pesannya, Ahda menulis, Bisyri Ichwan beserta empat temannya, didatangi satu kompi tentara Mesir lengkap dengan senjata laras panjang, Sabtu (5/2/2011) siang waktu setempat. Selama satu jam, mereka dicecar sekitar 100 pertanyaan oleh tentara Mesir terkait dengan kecurigaan militer bahwa mereka adalah pendukung aksi para demonstran.

Tidak hanya dicecar dengan pertanyaan, tetapi rumah mereka juga diobrak-abrik. Laptop, telepon seluler, dan dokumen-dokumen tak luput dari pemeriksaan tentara yang menodongkan senjata laras panjang ke arah mahasiswa.

"Bukan hanya diperiksa, tetapi juga diobrak-abrik. Mereka fokus pada internet yang saya buka. Suasananya begitu tegang," kata Achda menirukan ungkapan temannya, Bisyri Ichwan.

Mahasiswa S-1 Ilmu Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar ini juga menceritakan, hal yang tak kalah mencekam juga dialami oleh Andi Sadli, mahasiswa tingkat 5 Fakultas Syari'ah Wal Qonun, yang keluar dari asrama menuju rumah temannya di kawasan Abbas. "Andi Sadli juga harus mendapatkan pemeriksaan ketat oleh tentara dilengkapi senjata dan tank, yang berjaga di sekitar asrama pada siang hari," tuturnya.

Ia menambahkan, apa yang terjadi pada Bisyri dan Andi hanyalah contoh kecil dari berbagai kemungkinan yang terjadi menyusul berita yang disebut mengutip pernyataan  Anis Matta di Gedung DPR, Jumat (4/2/2011).

Dalam pesannya, Ahda dan rekan mahasiswa lainnya mendesak Pemerintah Indonesia segera mengevakuasi WNI yang masih bertahan karena saat ini keadaan sangat sulit. Apalagi, mahasiswa sudah kehabisan uang dan stok pangan menipis, sedangkan bantuan dari KBRI hanya berupa mi instan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorA. Wisnubrata

    Terkini Lainnya

    Fakta Penting Kasus Baiq Nuril, Penjelasan MA hingga Surat untuk Jokowi

    Fakta Penting Kasus Baiq Nuril, Penjelasan MA hingga Surat untuk Jokowi

    Regional
    Warga Sekitar PT PIM Terdampak Bau Amonia, 7 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    Warga Sekitar PT PIM Terdampak Bau Amonia, 7 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    Regional
    Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

    Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

    Megapolitan
    Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

    Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

    Internasional
    Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

    Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

    Nasional
    Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

    Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

    Internasional
    Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

    Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

    Megapolitan
    Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

    Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

    Megapolitan
    Patung Jenderal Sudirman 'Hidup', Pindahkan Mobil yang Lintasi 'Busway'

    Patung Jenderal Sudirman "Hidup", Pindahkan Mobil yang Lintasi "Busway"

    Megapolitan
    Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

    Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

    Regional
    Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

    Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

    Regional
    PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

    PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

    Internasional
    Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

    Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

    Megapolitan
    Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

    Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

    Regional
    Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

    Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

    Nasional

    Close Ads X