Ahmadiyah: Kami Diserang

Kompas.com - 06/02/2011, 19:13 WIB
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Jemaah Ahmadiyah Indonesia Zafrullah Ahmad Pontoh membantah adanya informasi yang menyatakan bahwa insiden penyerangan di Cikeusik, Pandeglang, Banten, dipicu oleh kedatangan jemaah mereka dari luar daerah.

Zafrullah menegaskan, informasi akan adanya penyerangan itu sudah terdengar sejak beberapa hari sebelum kejadian pada Minggu (6/2/2011) siang tadi. "Yang terjadi itu penyerangan. Ahmadiyah diserang lalu membela diri. Mereka yang di Cikeusik sudah mendapatkan informasi beberapa hari sebelumnya," kata Zafrullah kepada Kompas.com, Minggu petang.

Karena adanya informasi penyerangan itu, ujar Zafrullah, sejumlah anggota jemaah Ahmadiyah dari Banten dan Jakarta berinisiatif datang ke Cikeusik. Kedatangan mereka untuk bersilarutahim dan membantu jemaah di Cikeusik.

"Kalau mereka (massa) datang baik-baik, kan bisa dihindari hal semacam ini. Namun, mereka datang membawa senjata dan langsung menyerang," kata Zafrullah.

Pemimpin Ahmadiyah di Cikeusik, Parman, diamankan petugas Kepolisian Sektor Cikeusik sebelum insiden tersebut berlangsung. Sementara itu, tiga korban tewas dalam penyerangan itu kini dibawa ke Rumah Sakit Malimping, Banten.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X