Evakuasi WNI Hadapi Banyak Kendala

Kompas.com - 01/02/2011, 13:15 WIB
EditorEgidius Patnistik

JEDDAH, KOMPAS.com — Komandan Tim Pendahulu (Advance) Satuan Tugas Evakuasi WNI di Kairo, Marsekal Madya Sukirno KS, yang juga Wakil Komandan Satgas Evakuasi WNI, Selasa (1/2), menyatakan, meski banyak kendala untuk memulangkan 2.500 WNI dari Kairo, Mesir, pihaknya terus berusaha optimal memulangkan WNI itu ke Indonesia.

Selain kendala komunikasi, juga kendala angkutan bagi WNI dari tiga titik berkumpul di Kairo menuju Bandar Udara Kairo, Mesir, dan waktu yang sempit sejak pukul 08.00-15.00 waktu setempat karena pemberlakuan jam malam yang dimulai sejak pukul 15.00. Demikian disampaikan Sukirno kepada pers, yang menyertai keberangkatan Tim Pendahulu Satgas Evakuasi WNI di ruang tunggu Bandara Jeddah, Arab Saudi, Selasa pagi.

"Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk memulangkan 400 WNI hari Selasa ini dan selanjutnya secara bergelombang sampai 2.500 WNI yang bersedia pulang lebih dulu menunggu situasi reda di Kairo," kata Sukirno.

Menurut Sukirno, bus-bus besar yang direncanakan untuk mengangkut WNI dari tiga titik berkumpul di Sekolah Indonesia, KBRI, maupun di Konsulat Jenderal Indonesia di Naser City, tidak bisa digunakan karena adanya larangan menggunakan bus besar kecuali kendaraan kecil. "Jadi, mulai pukul 08.00 waktu Kairo, kami mulai mengangkut 400 wanita dan anak-anak ke bandara sebelum pukul 15.00 sehingga kita rencanakan sore hari terbang ke Indonesia," kata Sukirno.

Sukirno mengatakan, meski belum terjadi konflik horizontal di Kairo, aman atau tidaknya kondisi Kairo bergantung Presiden Mesir Hosni Mubarak. "Semakin lama eskalasi keamanan akan semakin meningkat," ujar Sukirno. "Salah satu kendala adalah jika kendaraan yang mengangkut WNI tiba-tiba terjebak aksi demo, tentu kami harus menghindari jalan-jalan yang dipakai untuk melakukan aksi demo," katanya.

Saat ini, pesawat Garuda Indonesia Boeing 747-400 yang membawa 19 orang Tim Pendahulu Satuan Tugas Evakuasi WNI dari Kairo, Selasa (1/2) pagi waktu setempat, masih menunggu di landasan parkir Bandar Udara Internasional Jeddah, Arab Saudi. (HAR)

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ketujuh Eks Kader Demokrat Bakal Ajukan Gugatan Pemecatan Bersamaan

    Ketujuh Eks Kader Demokrat Bakal Ajukan Gugatan Pemecatan Bersamaan

    Nasional
    Kepala BKPM Sebut Investasi Miras Usulan dari Pemda dan Masyarakat

    Kepala BKPM Sebut Investasi Miras Usulan dari Pemda dan Masyarakat

    Nasional
    Kejagung Sita Tambang Nikel Seluas 23.000 Hektare Milik Heru Hidayat

    Kejagung Sita Tambang Nikel Seluas 23.000 Hektare Milik Heru Hidayat

    Nasional
    Ini Kasus yang Dipertimbangkan KPK untuk Diterbitkan SP3

    Ini Kasus yang Dipertimbangkan KPK untuk Diterbitkan SP3

    Nasional
    KPK Sita Rumah Milik Staf Khusus Edhy Prabowo di Jakarta Selatan

    KPK Sita Rumah Milik Staf Khusus Edhy Prabowo di Jakarta Selatan

    Nasional
    Menristek: Mutasi Virus Corona Berpengaruh pada Efikasi Vaksin

    Menristek: Mutasi Virus Corona Berpengaruh pada Efikasi Vaksin

    Nasional
    Geledah Rumah Penyuap Nurdin Abdullah, KPK Sita Berbagai Dokumen

    Geledah Rumah Penyuap Nurdin Abdullah, KPK Sita Berbagai Dokumen

    Nasional
    Polri Mulai Selidiki Dugaan Unlawful Killing terhadap 4 Anggota Laskar FPI

    Polri Mulai Selidiki Dugaan Unlawful Killing terhadap 4 Anggota Laskar FPI

    Nasional
    Tanggapi Isu KLB, Demokrat: Demi Selamatkan Partai atau Kepentingan Pribadi?

    Tanggapi Isu KLB, Demokrat: Demi Selamatkan Partai atau Kepentingan Pribadi?

    Nasional
    Hakim Pertanyakan Kualifikasi Effendi Gazali Jadi Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan

    Hakim Pertanyakan Kualifikasi Effendi Gazali Jadi Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan

    Nasional
    Ditargetkan 447.000 Prajurit dan PNS TNI Selesai Divaksin April

    Ditargetkan 447.000 Prajurit dan PNS TNI Selesai Divaksin April

    Nasional
    Jokowi: Pajak Sangat Diperlukan untuk Dukung Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Saat Pandemi

    Jokowi: Pajak Sangat Diperlukan untuk Dukung Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Saat Pandemi

    Nasional
    Setahun Pandemi, Dokter Tirta Minta Pemerintah Benahi Komunikasi Publik dan Atasi Hoaks

    Setahun Pandemi, Dokter Tirta Minta Pemerintah Benahi Komunikasi Publik dan Atasi Hoaks

    Nasional
    Gibran Minta Solo Jadi Prioritas Vaksinasi, Pengamat: Angin Segar untuk Pemda Lain

    Gibran Minta Solo Jadi Prioritas Vaksinasi, Pengamat: Angin Segar untuk Pemda Lain

    Nasional
    Soal Tewasnya 6 Anggota Laskar FPI, Polri Ungkap Hasil Gelar Perkara Bersama Kejagung

    Soal Tewasnya 6 Anggota Laskar FPI, Polri Ungkap Hasil Gelar Perkara Bersama Kejagung

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X