Delapan Jam Tunggu Perkembangan Kairo

Kompas.com - 01/02/2011, 11:59 WIB
EditorEgidius Patnistik

JEDDAH, KOMPAS.com — Komandan Tim Pendahulu (Advance) Satuan Tugas Evakuasi WNI di Kairo Marsekal Madya Sukirno KS, yang juga Wakil Komandan Satgas Evakuasi WNI, Selasa (1/2/2011), menyatakan, waktu delapan jam menunggu di Jeddah, Arab Saudi, karena ada dua faktor. Selain menunggu izin mendarat (landing permit) dari otoritas Bandara Kairo, Mesir, yang tidak ada masalah, juga karena menunggu persiapan berkumpulnya 400 WNI di sekitar Bandara Kairo, yang selanjutnya akan dipulangkan ke Jakarta melalui Jeddah.

Hal itu diungkapkan Sukirno kepada lima media yang menyertai keberangkatan Tim Pendahulu Satgas Evakuasi WNI di ruang tunggu Bandara Jeddah, Arab Saudi, Selasa pagi waktu setempat. "Jadi, selain menunggu izin pendaratan, kami juga sambil mempersiapkan berkumpulnya WNI yang akan dipulangkan dulu ke Indonesia, " kata Sukirno.

Namun, menurut Sukirno, tidak ada masalah pendaratan. "Izin segera kami peroleh dan kami akan memulangkan mereka hari ini juga. Bahwa ada perkembangan kondisi di Kairo, kami masih harus menunggu," ujar Sukirno.

Sukirno menambahkan, sambil menunggu kedua hal tersebut dilakukan, pihaknya sudah meminta Atase Pertahanan di Kedutaan Besar RI di Kairo, Selasa pagi ini, mencari hotel di dekat Bandara Kairo untuk basecamp Satgas Evakuasi WNI, selain berkomunikasi dengan KBRI. "Kami hanya punya waktu dari pukul 08.00 sampai pukul 15.00 waktu setempat untuk memulangkan mereka, sebelum jam malam diberlakukan lagi mulai jam 15.00," ujar Sukirno. (HAR)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Investasi Miras Dicabut, Yusril: Presiden Harus Terbitkan Perpres Baru

Aturan Investasi Miras Dicabut, Yusril: Presiden Harus Terbitkan Perpres Baru

Nasional
Pertemuan Menlu ASEAN, Indonesia Tekankan Tiga Isu untuk Bantu Myanmar

Pertemuan Menlu ASEAN, Indonesia Tekankan Tiga Isu untuk Bantu Myanmar

Nasional
Meutya Hafid: Golkar Tidak Sedang Agendakan Konvensi Capres

Meutya Hafid: Golkar Tidak Sedang Agendakan Konvensi Capres

Nasional
Jokowi Cabut Aturan soal Investasi Industri Miras, PKS: Tidak Ada Kata Terlambat

Jokowi Cabut Aturan soal Investasi Industri Miras, PKS: Tidak Ada Kata Terlambat

Nasional
Geledah Rumah Pribadi Nurdin Abdullah, KPK Amankan Dokumen dan Uang Tunai

Geledah Rumah Pribadi Nurdin Abdullah, KPK Amankan Dokumen dan Uang Tunai

Nasional
Satgas: Berlibur Panjang saat Pandemi Tak Bijak, Berdampak pada Kematian Pasien Covid-19

Satgas: Berlibur Panjang saat Pandemi Tak Bijak, Berdampak pada Kematian Pasien Covid-19

Nasional
Satgas: Angka Kematian akibat Covid-19 Meningkat di Bulan-bulan Libur Panjang

Satgas: Angka Kematian akibat Covid-19 Meningkat di Bulan-bulan Libur Panjang

Nasional
Satgas: Jangan Pandang Vaksin Covid-19 sebagai Solusi Mutlak Atasi Pandemi

Satgas: Jangan Pandang Vaksin Covid-19 sebagai Solusi Mutlak Atasi Pandemi

Nasional
Menlu: Indonesia Harap Seluruh Negara ASEAN Pahami Hak dan Kewajiban untuk Bantu Myanmar

Menlu: Indonesia Harap Seluruh Negara ASEAN Pahami Hak dan Kewajiban untuk Bantu Myanmar

Nasional
Angka Kematian Pasien Covid-19 pada Pekan Keempat Februari Meningkat Drastis

Angka Kematian Pasien Covid-19 pada Pekan Keempat Februari Meningkat Drastis

Nasional
Ketua Dewas KPK Surati Presiden, Laporkan Kekosongan Jabatan yang Ditinggalkan Almarhum Artidjo Alkostar

Ketua Dewas KPK Surati Presiden, Laporkan Kekosongan Jabatan yang Ditinggalkan Almarhum Artidjo Alkostar

Nasional
Aturan Investasi Miras Dicabut, PAN: Jokowi Mendengar jika Berkaitan dengan Kemaslahatan Masyarakat

Aturan Investasi Miras Dicabut, PAN: Jokowi Mendengar jika Berkaitan dengan Kemaslahatan Masyarakat

Nasional
Ada di Banyuwangi, Puan Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Ada di Banyuwangi, Puan Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Nasional
KPU Siap Bantu Instansi yang Akses Data untuk Sukseskan Program Nasional

KPU Siap Bantu Instansi yang Akses Data untuk Sukseskan Program Nasional

Nasional
Gibran Rakabuming Minta Anggota Karang Taruna Dukung Vaksinasi Covid-19

Gibran Rakabuming Minta Anggota Karang Taruna Dukung Vaksinasi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X