Tim Evakuasi WNI Dilepas Dua Menteri

Kompas.com - 01/02/2011, 01:35 WIB
Editoryuli

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Senin (31/1/2011) pukul 24.00 WIB, melepas keberangkatan tim pendahulu Satgas Evakuasi WNI dari Mesir.

Pelepasan dilakukan di tangga pesawat Garuda Indonesia Boeing 747-400 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Kedua menteri juga didampingi Ketua Satuan Tugas (Satgas) Evakuasi WNI dari Kairo, Hassan Wirajuda.

Setelah menyalami seluruh anggota Tim Pendahulu Satgas Evakuasi WNI, kedua menteri dan Hassan Wirajuda yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) naik ke pesawat.

Tim Pendahulu Satgas Evakuasi WNI dari Kairo dipimpin oleh Wakil Ketua Satgas Marsekal Madya Sukirno, yang sehari-hari Wakil Kepala Staf TNI-AU.

Jumlah Tim Pendahulu sebanyak 19 orang, terdiri dari unsur TNI-AU, TNI-AL Kementerian Perhubungan, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri serta Komandan Korps Marinir Affan Gafar.

"Karena mau mengangkut orang, maka yang berangkat mendahului hanya sedikit. Selebihnya, nanti untuk mengangkut WNI yang akan dipulangkan ke Indonesia terlebih dulu," ujar Marty.

Pesawat dua tingkat berkapasitas 450 orang itu tinggal landas pada Selasa (1/2/2011) pukul 24.30 WIB.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

    Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

    Nasional
    Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

    Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

    Nasional
    Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

    Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

    Nasional
    Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

    Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

    Nasional
    Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

    Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

    Nasional
    Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

    Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

    Nasional
    Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

    Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

    Nasional
    K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

    K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

    Nasional
    Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

    Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

    Nasional
    Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

    Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

    Nasional
    PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

    PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

    Nasional
    Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

    Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

    Nasional
    Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

    Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

    Nasional
    Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

    Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

    Nasional
    Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

    Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X