Bibit-Chandra Tak Diakui di DPR - Kompas.com

Bibit-Chandra Tak Diakui di DPR

Kompas.com - 31/01/2011, 16:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat internal Komisi III DPR RI akhirnya menolak keikutsertaan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam setiap rapat apapun di DPR RI.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Tjatur Sapto Edy mengatakan, rapat internal berlangsung alot, hingga digelarlah pemungutan suara yang berujung pada penolakan keduanya.

"Komposisinya 60:40 untuk yang menolak," ungkapnya di Gedung DPR RI, Senin (31/1/2011).

Sekitar 23 anggota menolak, sedangkan 15 anggota lainnya menerima. Politisi PAN ini mengatakan, mayoritas anggota menilai bahwa Bibit dan Chandra masih berstatus tersangka hingga saat ini. Deponeering yang diberikan Jaksa Agung dinilai tak mengubah status keduanya.

"Deponeeringnya sah, tapi sebagian teman-teman di Komisi III beranggapan bahwa tidak bisa menerima bahwa ada tersangka korupsi. Mayoritas Komisi III berpendapat tidak setuju deponeering dan tak bisa diterima untuk memimpin lembaga yang terhormat," tambahnya.

Menurutnya, deponeering hanyalah suatu keputusan untuk mengesampingkan perkara, namun tidak mengubah status yang bersangkutan. Oleh karena itu, sebagian besar anggota tidak menerimanya.

Tjatur menegaskan, keputusan anggota ini memang hanya mempertimbangkan persoalan etis. Dengan demikian, Tjatur menambahkan, dalam rapat-rapat bersama Komisi III ke depan, kehadiran Bibit dan Chandra ditolak.

"Berdasarkan keputusan ke depan tidak bisa begitu. Kalau rapat di KPK, di mana, bisa saja. Yang tidak bisa di sini saja," tandasnya. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried

    Terkini Lainnya

    Usai Bunuh Sang Istri, Pria Ini Berusaha Bunuh Diri Disaksikan 3 Anaknya

    Usai Bunuh Sang Istri, Pria Ini Berusaha Bunuh Diri Disaksikan 3 Anaknya

    Regional
    Dapat Elektabilitas 72,4 Persen di Survei, Ini Kata Ganjar Pranowo

    Dapat Elektabilitas 72,4 Persen di Survei, Ini Kata Ganjar Pranowo

    Nasional
    Bambang Soesatyo: Idealnya, Jokowi dan Prabowo Berhadapan di Pilpres 2019

    Bambang Soesatyo: Idealnya, Jokowi dan Prabowo Berhadapan di Pilpres 2019

    Nasional
    Merapi Meletus Freatik, Tiga Kecamatan di Sleman Dilanda Hujan Abu

    Merapi Meletus Freatik, Tiga Kecamatan di Sleman Dilanda Hujan Abu

    Regional
    Amien Rais: Hanya Satu Menteri yang Setia Dampingi Soeharto hingga Lengser

    Amien Rais: Hanya Satu Menteri yang Setia Dampingi Soeharto hingga Lengser

    Nasional
    Pemkot Bekasi Pastikan Sudah Penuhi Syarat Pencairan Uang Bau Warga Bantargebang

    Pemkot Bekasi Pastikan Sudah Penuhi Syarat Pencairan Uang Bau Warga Bantargebang

    Megapolitan
    Produk OK OCE Akan Dipasarkan di Jakarta Fair 2018

    Produk OK OCE Akan Dipasarkan di Jakarta Fair 2018

    Megapolitan
    Jadi Korban Investasi Bodong, 30 Wanita di Prabumulih Lapor Polisi

    Jadi Korban Investasi Bodong, 30 Wanita di Prabumulih Lapor Polisi

    Regional
    Kunci Keberhasilan? Tekad

    Kunci Keberhasilan? Tekad

    Edukasi
    Peringati 20 Tahun Reformasi, 5 Mahasiswa Terobos DPR dan Bentangkan Spanduk

    Peringati 20 Tahun Reformasi, 5 Mahasiswa Terobos DPR dan Bentangkan Spanduk

    Nasional
    Charta Politika: Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo Paling Pantas Jadi Cawapres Prabowo

    Charta Politika: Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo Paling Pantas Jadi Cawapres Prabowo

    Nasional
    Menlu AS: Kami Bakal Beri Sanksi Terhebat dalam Sejarah kepada Iran

    Menlu AS: Kami Bakal Beri Sanksi Terhebat dalam Sejarah kepada Iran

    Internasional
    Takut Multitafsir, Surat Edaran Disdik tentang Kartu Imunisasi Anak Diganti

    Takut Multitafsir, Surat Edaran Disdik tentang Kartu Imunisasi Anak Diganti

    Megapolitan
    Sering Dipukuli Orangtuanya, Bocah Ini Ketakutan jika Melihat Emak-emak

    Sering Dipukuli Orangtuanya, Bocah Ini Ketakutan jika Melihat Emak-emak

    Regional
    Idrus Marham Enggan Komentar soal Aliran Dana Korupsi di Bakamla

    Idrus Marham Enggan Komentar soal Aliran Dana Korupsi di Bakamla

    Nasional

    Close Ads X