Pentingnya "Check-up" secara Rutin

Kompas.com - 18/01/2011, 12:05 WIB
EditorAsep Candra

Kompas.com — Berita mengejutkan datang dari Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. Menkes dalam pertemuan dengan media massa, Senin (17/1/2011), mengakui bahwa dirinya menderita kanker paru. 

Meski secara fisik tampak sehat dan tidak menampakkan gejala apa pun, hasil foto rontgen paru pada akhir Oktober 2010 di RSPAD mengisyaratkan adanya gangguan serius pada organ tubuhnya itu.

Fenomena sakitnya Menkes ini mengingatkan masyarakat tentang betapa pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Banyak penyakit berat, seperti diabetes, jantung, dan beberapa jenis kanker, tidak memperlihatkan gejala apa pun pada tahap dini. Namun, bila penyakit ini terdeteksi dan tertangani sejak awal, peluang kesembuhannya akan lebih besar.

Ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), dr Ari Fahrial Syam, mengatakan, penyakit seperti tumor atau kanker tidak terjadi secara mendadak atau langsung besar, tetapi melalui pertumbuhan terlebih dahulu.

"Semakin kecil atau dini suatu tumor atau kanker ditemukan, semakin mudah diatasi dan diobati. Tentu prognosisnya semakin baik. Bisa saja pada saat pemeriksaan di bulan Oktober 2009 belum tampak, tetapi satu tahun kemudian penyakit tersebut muncul," katanya menanggapi polemik kesehatan Menkes.

Karena itu, dr Ari  menegaskan kembali pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, terutama untuk mereka yang sudah memasuki usia 40 tahun.

Pemeriksaan dan tes screening secara teratur merupakan metode terbaik untuk mendeteksi gangguan yang mungkin sudah ada dalam tahap dini. Terlebih keberhasilan pengobatan yang dilakukan pada tahap ini sangat besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jangan menunggu sampai gejala timbul. Serangan jantung yang mematikan pun sebenarnya bermula dari proses yang panjang. Makin dini ditemukan, makin mudah diobati karena biasanya belum terjadi komplikasi," katanya melalui surat elektronik.

Ia menambahkan, pemeriksaan rutin dan tentu saja tindakan lanjut jika ditemukan kelainan merupakan salah satu upaya untuk mengontrol kesehatan kita. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.