Sudi: Ada Rapor Merah

Kompas.com - 13/01/2011, 03:00 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menegaskan, jika memang ada menteri yang kinerjanya sangat buruk, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak tertutup kemungkinan akan menggantinya. Dengan demikian, kinerja keseluruhan Kabinet Indonesia Bersatu II lebih baik lagi di masa datang.

”Memang ada yang merah rapotnya. Presiden Yudhoyono tentu akan memberikan peringatan dan koreksi agar menteri itu bisa memperbaiki kinerjanya. Tetapi, yang rapotnya merah dan sangat ekstrem tak tertutup kemungkinannya akan diganti,” jelas Sudi kepada Kompas, Rabu (12/1) malam di Jakarta.

Namun, saat ditanya dari kementerian mana yang rapornya merah dan ekstrem atau sangat buruk kinerjanya, Sudi tak mau mengungkapkannya. ”Soal kapan mau diganti, Presiden belum memberikan tanda pula,” katanya lagi.

Sudi membenarkan laporan Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto, terkait kinerja para menteri sudah diterima Presiden pada Rabu malam. ”Sebelumnya Presiden juga sudah menerima laporan evaluasi kinerja dari UKP4 dan sebagian disampaikan Presiden pada sejumlah menteri,” katanya.

Seusai mengikuti rapat yang dipimpin Wakil Presiden Boediono di Jakarta, Kuntoro mengaku laporan evaluasi UKP4 sudah dibukukan dan Rabu malam diserahkan kepada Presiden.

Sudi menambahkan, terhadap capaian kerja yang masih kurang dalam pemenuhan targetnya, Presiden akan meminta menteri yang bersangkutan untuk meningkatkan kinerjanya pada masa mendatang. ”Pokoknya, harus lebih baik lagi,” ujarnya.

Kuntoro yang ditemui, Selasa di Jakarta, juga mengungkapkan, UKP4 masih memberikan rapor merah pada sejumlah menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu II. Rapor merah diberikan karena target program kerja kabinet belum tercapai 100 persen hingga akhir tahun lalu.

”Masih ada yang diberi warna merah. Tetapi, saya tak bisa menyebut kementerian dan lembaga mana maupun berapa yang masih tak tercapai targetnya,” ungkap Kuntoro. Jumlah kementerian dan lembaga yang dievaluasi UKP4 sebanyak 47 unit.

”Penyebabnya bermacam-macam sehingga target program tak tercapai. Namun, UKP4 memberikan catatan dari penyebabnya itu. Catatan yang disampaikan kementerian dan kelembagaan itu tak akan mengubah penilaian UKP4,” kata Kuntoro.

Kuntoro membenarkan, beberapa faktor memang memengaruhi kegagalan pencapaian target program itu. Faktor itu antara lain keterkaitan dengan kementerian lain, seperti masalah regulasi dan pencairan anggaran, serta kehati-hatian dalam menjalankan proyek.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X