Surabaya Siap, 20.000 Tiket Dicetak

Kompas.com - 08/01/2011, 05:22 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Panitia penyelenggara laga perdana Persebaya FC melawan Bandung FC pada Liga Primer Indonesia, Senin (10/1) di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, mencetak 20.000 tiket. Panitia juga tengah mengurus perizinan laga ke Kepolisian Daerah Jawa Timur.

”Kalau ingin memajukan sepak bola nasional, masyarakat harus mendukung kami. Ini adalah laga yang ditunggu-tunggu masyarakat pencinta sepak bola,” ujar ketua panitia penyelenggara dari PT Pengelola Persebaya Indonesia, Darwis Dunda, di Surabaya, Jumat (7/1).

Ditanya soal perizinan, Dunda mengaku sangat optimistis jika laga tersebut bakal diberi izin kepolisian. Dari 20.000 lembar tiket yang dicetak panitia, 500 lembar untuk kelas VIP seharga Rp 100.000, sebanyak 1.500 lembar untuk kelas utama seharga Rp 50.000, dan 18.000 lembar untuk kelas suporter, Rp 20.000.

Di Bojonegoro, Persibo Bojonegoro resmi bergabung ke Liga Primer Indonesia dan berganti nama Persibo Indonesia. Acara peluncuran tim Persibo Indonesia berlangsung di mes Persibo, Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat.

Pelatih Persibo Sartono Anwar (64) menjelaskan, bergabungnya Persibo ke LPI lebih dari sisi teknis. ”Sepak bola dibuat tidak benar oleh orang-orang bola sendiri. Saya kecewa, selama ini banyak (orang) munafik. Adanya LPI sangat menguntungkan,” kata eks Pelatih PSIS Semarang.

CEO PT Pengelola Persibo Indonesia Ferry Kodrat menyatakan, total dana yang disiapkan Persibo Rp 34 miliar.

Di Bandung, Bandung FC menanti rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk laga kandang 22 Januari. Mereka sudah mendapatkan izin lisan kepolisian untuk menggelar LPI di Jawa Barat.

Pelatih Bandung FC Nandar Iskandar mengaku tidak risau atau khawatir atas ancaman PSSI. Menurut Nandar, dia dan semua pihak di kompetisi itu berhak mencari penghidupan karena tidak terwadahi di LSI. Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mendukung LPI demi kemajuan sepak bola nasional. (APO/ACI/ELD/ECA/SAM)



Editor

Close Ads X