Kado Istimewa bagi Rasminah

Kompas.com - 23/12/2010, 04:52 WIB
Editor

Tangerang, Kompas - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang memutuskan Rasminah binti Rawan alias Rasmiah (55) bebas murni dari perkara dugaan pencurian 6 piring dan 1,5 kilogram buntut sapi yang dituduhkan kepadanya, Rabu (22/12). Nenek buta huruf itu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian seperti yang didakwakan jaksa penuntut umum. Ini adalah kado istimewa bagi Rasminah pada saat memperingati Hari Ibu.

”Sidang memutuskan memulihkan nama, hak dan martabat terdakwa, serta membersihkan nama baiknya. Barang bukti dikembalikan kepada terdakwa, serta piring yang dipinjami tetangga dikembalikan melalui terdakwa. Biaya perkara dibebankan kepada negara,” kata Ketua Majelis Hakim Bambang Widiatmoko saat membacakan amar putusan di Ruang Sidang Oemar Senoadji, Rabu siang.

Dalam amar putusannya, hakim juga menjelaskan, tuduhan pencurian emas seberat 500 gram dan uang 20.000 dollar AS dan Rp 10 juta tidak dapat dibuktikan.

Atas putusan hakim, jaksa penuntut umum Agus Tri menyatakan pikir-pikir dulu.

Tidak bereaksi

Rasminah tak bereaksi saat majelis hakim mengetuk palu. ia hanya menatap para majelis hakim yang berada di hadapannya. Wajah Rasminah tanpa senyum saat keluar dari kursi pesakitan. Saat menghampiri Astuti, putri semata wayangnya itu langsung memeluk erat ibunya.

”Ini adalah kado istimewa bagi ibu di Hari Ibu,” katanya sembari menciumi pipi Rasminah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rasminah hanya berkata pendek. ”Saya tidak dendam kepada majikan yang telah menuduh dan melaporkan ke polisi.” katanya.

Hukuman mati

Di tempat terpisah, jaksa, pengacara, keluarga, dan terpidana seumur hidup, Babeh alias Baekuni (50), menyatakan kaget atas informasi bahwa Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta telah memvonis Babeh dengan hukuman mati.

”Saya tahu dari teman-teman wartawan. Setelah saya konfirmasi, informasi itu memang benar,” kata jaksa Trimo, kemarin.

Sementara Rangga dan Agus, pengacara Babeh, kecewa dengan vonis itu tanpa pemberitahuan resmi kepada Babeh dan keluarganya. (PIN/WIN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.