Narkoba Rp 1,8 Miliar Dimusnahkan

Kompas.com - 22/12/2010, 20:18 WIB
EditorBenny N Joewono

MEDAN, KOMPAS.com — Direkorat Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara memusnahkan barang bukti berupa narkoba jenis sabu dan ganja bernilai Rp 1,8 miliar.

Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Jhon Thurman Panjaitan di Medan, Rabu (22/12/2010), mengatakan, narkoba yang dimusnahkan itu terdiri dari sabu sebanyak 1,2 kg dan ganja 94 kg.

Di pasaran gelap, narkoba jenis sabu tersebut dapat bernilai Rp 1,7 miliar, sedangkan ganja sebanyak 94 kg itu Rp 940 juta.

"Jadi jika ditotalkan, jumlahnya diperkirakan sekitar Rp 1,8 miliar," katanya.

Jhon Thurman menjelaskan, barang bukti sabu itu diperoleh dari dua hasil penangkapan, yakni di Bandara Polonia Medan terhadap warga negara Vietnam, Li Thi Dung, yang membawa barang terlarang itu sebanyak 1,482 kg.

Kemudian, penangkapan terhadap Rasyidin yang memiliki sabu sebanyak 15 gram di Jalan Cempaka, Kecamatan Medan Helvetia.

Setelah disisihkan untuk diteliti di Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Medan dan barang bukti di pengadilan, pihaknya memusnahkan hasil tangkapan itu sebanyak 1,2 kg.

Sementara barang bukti ganja yang dimusnahkan didapatkan dari penangkapan tersangka Eriksyah Putra Ginting di kawasan Binjai dengan barang bukti 10 kg.

Selain itu, juga penemuan ganja seberat 85 kg dalam sebuah mobil jenis Avanza yang ditinggalkan pemiliknya di Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara.

Setelah disisihkan untuk penelitian di Labfor Cabang Medan dan sebagai barang bukti di pengadilan, 94 kg ganja di antaranya dimusnahkan.

Barang bukti narkoba jenis sabu dan ganja itu dimusnahkan dengan cara dibakar di hadapan sejumlah perwakilan instansi terkait, seperti kejaksaan dan BB POM Medan.

"Sebelum dibakar, ganja dan sabu itu dicek dulu oleh tim Labfor Cabang Medan dan hasilnya positif," katanya.

Soal sanksi terhadap warga negara Vietnam Li Thi Dung, Jhon Thurman menyebutkan Pasal 113 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukumannya seumur hidup," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Anggota DPR Divaksinasi Covid-19, Pemerintah Diminta Fokus pada Kelompok Prioritas

Keluarga Anggota DPR Divaksinasi Covid-19, Pemerintah Diminta Fokus pada Kelompok Prioritas

Nasional
Sekjen DPR: Semua Pegawai di Lingkungan DPR Divaksinasi Covid-19

Sekjen DPR: Semua Pegawai di Lingkungan DPR Divaksinasi Covid-19

Nasional
Langgar Etika, Marzuki Alie Dipecat Tidak Hormat dari Demokrat

Langgar Etika, Marzuki Alie Dipecat Tidak Hormat dari Demokrat

Nasional
Kemenkes: Peserta Vaksinasi Gotong Royong Dapat Kartu dan Sertifikat Elektronik

Kemenkes: Peserta Vaksinasi Gotong Royong Dapat Kartu dan Sertifikat Elektronik

Nasional
Isu Kudeta, Demokrat Pecat Marzuki Alie hingga Jhoni Allen dengan Tidak Hormat

Isu Kudeta, Demokrat Pecat Marzuki Alie hingga Jhoni Allen dengan Tidak Hormat

Nasional
Bio Farma Ditunjuk Jadi Importir dan Distributor Vaksinasi Gotong Royong

Bio Farma Ditunjuk Jadi Importir dan Distributor Vaksinasi Gotong Royong

Nasional
Soal Vaksinasi Gotong Royong, Anggota DPR: Jangan Sampai Muncul Kebocoran

Soal Vaksinasi Gotong Royong, Anggota DPR: Jangan Sampai Muncul Kebocoran

Nasional
KSPI Tolak jika Buruh Dibebankan Biaya Vaksinasi Covid-19

KSPI Tolak jika Buruh Dibebankan Biaya Vaksinasi Covid-19

Nasional
Kunjungi Banten, Gus AMI Singgung Masalah Pendidikan di Ponpes

Kunjungi Banten, Gus AMI Singgung Masalah Pendidikan di Ponpes

Nasional
Peserta Vaksinasi Covid-19 di DPR Mencapai 12.000 Orang

Peserta Vaksinasi Covid-19 di DPR Mencapai 12.000 Orang

Nasional
Kemenkes: Tarif Maksimal Pelayanan Vaksinasi Gotong Royong Segera Ditetapkan

Kemenkes: Tarif Maksimal Pelayanan Vaksinasi Gotong Royong Segera Ditetapkan

Nasional
Keluarga Anggota Dewan Ikut Divaksinasi, Sekjen DPR Minta Tak Dijadikan Polemik

Keluarga Anggota Dewan Ikut Divaksinasi, Sekjen DPR Minta Tak Dijadikan Polemik

Nasional
Soal Myanmar, Pemerintah Disarankan Tunjuk Kalla atau Hasan Wirajuda untuk 'Backdoor Diplomacy'

Soal Myanmar, Pemerintah Disarankan Tunjuk Kalla atau Hasan Wirajuda untuk "Backdoor Diplomacy"

Nasional
Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Gotong Royong Wajib Izin BPOM

Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Gotong Royong Wajib Izin BPOM

Nasional
Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X