Demokrat Kehilangan Kepercayaan DIY

Kompas.com - 12/12/2010, 05:33 WIB
EditorJimmy Hitipeuw

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, Partai Demokrat terdegradasi dan kehilangan kepercayaan masyarakat DIY Yogyakarta karena pernyataan Presiden Yudhoyono.       "Walaupun tingkat nasional, Partai Demokrat masih aman, tapi untuk tingkat lokal, utamanya di Yogyakarta, akan terdegradasi dan kehilangan kepercayaan mayarakat," kata Yunarto di Jakarta, Sabtu.       Ia menambahkan, untuk meraih kepercayaan masyarakat Yogyakarta tidak akan mudah bagi Partai Demokrat apalagi adik kandung Sri Sultan HB X GBPH Prabukusumo sudah keluar dari Partai tersebut. Momentum itu, kata Yunarto, menguntungkan partai politik lain yang pada Pemilu lalu tidak berdaya menghadapi Partai Demokrat di Yogyakarta.

"Kesalahan yang dilakukan Presiden Yudhoyono tentang keistimewaan Yogyakarta akan menjadi santapan lawan-lawan Partai Demokrat untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Yogyakarta," ujar Yunarto.       Selain berdampak kepada Partai Demokrat itu, pernyataan Presiden Yudhoyono juga akan berdampak kepada Presiden sendiri yang dikenal sebagai orang yang santun santun, bertutur kata yang baik dan selalu mengedepankan etika.       "Pernyataan Presiden Yudhoyono itu menimbulkan persepsi yang negatif terhadap presiden sendiri. Ia menjadi kehilangan legitimasi dan terdegradasi," kata Yunarto.       Dalam kata pengantarnya pada sidang kabinet (26/11/2010), Presiden Yudhoyono mengatakan, sistem monarki tidak boleh bertabrakan dengan konstitusi maupun nilai-nilai demokrasi.       "Negara kita adalah negara hukum dan negara demokrasi sesungguhnya. Oleh karena itu nilai-nilai demokrasi, democratic values, tidak boleh diabaikan, karena tentu tidak mungkin ada sistem monarki yang bertabrakan baik konstitusi maupun nilai-nilai demokrasi. Saya yakin akan bisa kita temukan satu pranata yang tiga-tiganya bisa dihadirkan, sistem nasional atau keutuhan NKRI," kata Presiden.

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Arab Saudi Buka Pintu Jemaah Umrah Internasional, Ini Kata Kemenag

    Arab Saudi Buka Pintu Jemaah Umrah Internasional, Ini Kata Kemenag

    Nasional
    Albertina Ho Bantah Tudingan Terlibat Dalam Pembuatan SK Terkait TWK Pegawai KPK

    Albertina Ho Bantah Tudingan Terlibat Dalam Pembuatan SK Terkait TWK Pegawai KPK

    Nasional
    Panglima TNI Tinjau Pelatihan Tracer Digital Bagi Babinsa hingga Babinpotdirga

    Panglima TNI Tinjau Pelatihan Tracer Digital Bagi Babinsa hingga Babinpotdirga

    Nasional
    Risma Jelaskan Langkah Cegah Korupsi Bansos: Sinkronkan Data hingga Transfer ke Rekening Penerima

    Risma Jelaskan Langkah Cegah Korupsi Bansos: Sinkronkan Data hingga Transfer ke Rekening Penerima

    Nasional
    Dukung Perpanjangan PPKM Level 4, Fraksi PPP Minta Pemerintah Jalankan 2 Hal Ini

    Dukung Perpanjangan PPKM Level 4, Fraksi PPP Minta Pemerintah Jalankan 2 Hal Ini

    Nasional
    Ditanya soal Pemeriksaan Anies dalam Kasus Munjul, Ini Jawaban Ketua KPK

    Ditanya soal Pemeriksaan Anies dalam Kasus Munjul, Ini Jawaban Ketua KPK

    Nasional
    Menkes Sebut Impor Remdesivir, Actemra dan Gammaraas Akan Mulai Masuk Bulan Agustus

    Menkes Sebut Impor Remdesivir, Actemra dan Gammaraas Akan Mulai Masuk Bulan Agustus

    Nasional
    Pemerintah Disarankan Lakukan Ini untuk Perbesar Angka Testing Covid-19

    Pemerintah Disarankan Lakukan Ini untuk Perbesar Angka Testing Covid-19

    Nasional
    Menag Siap Kerahkan 50.000 Penyuluh Agama untuk Kampanyekan 5M

    Menag Siap Kerahkan 50.000 Penyuluh Agama untuk Kampanyekan 5M

    Nasional
    PPKM Level 4 Luar Jawa-Bali: Kegiatan Olahraga Boleh asal Tak Ciptakan Kerumunan

    PPKM Level 4 Luar Jawa-Bali: Kegiatan Olahraga Boleh asal Tak Ciptakan Kerumunan

    Nasional
    PPKM Level 4 Diperpanjang, Anggota DPR: Berhasil atau Tidak, Laporkan Secara Utuh

    PPKM Level 4 Diperpanjang, Anggota DPR: Berhasil atau Tidak, Laporkan Secara Utuh

    Nasional
    Terkendala Tingginya Kasus Covid-19, Komnas HAM Berupaya Selesaikan Laporan Akhir TWK

    Terkendala Tingginya Kasus Covid-19, Komnas HAM Berupaya Selesaikan Laporan Akhir TWK

    Nasional
    Menkes: Kebutuhan Oksigen 2.500 Ton Per Hari, Kapasitas Produksi Hanya 1.700 Ton

    Menkes: Kebutuhan Oksigen 2.500 Ton Per Hari, Kapasitas Produksi Hanya 1.700 Ton

    Nasional
    Aturan Makan 20 Menit, Mendagri: Upayakan Tak Mengobrol...

    Aturan Makan 20 Menit, Mendagri: Upayakan Tak Mengobrol...

    Nasional
    11 Hari Terakhir, Kematian Harian Akibat Covid-19 di Atas 1.000 Kasus

    11 Hari Terakhir, Kematian Harian Akibat Covid-19 di Atas 1.000 Kasus

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X