Mahfud dan Akil Datangi KPK - Kompas.com

Mahfud dan Akil Datangi KPK

Kompas.com - 10/12/2010, 15:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan hakim konstitusi Akil Mochtar mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi sekitar pukul 14.00 WIB.

Keduanya mengaku datang ke KPK untuk melaporkan dugaan suap di tubuh MK sebagai tindak lanjut dari laporan tim investigasi internal MK. "Iya kami laporkan hari ini, sebagai tindak lanjut dari data dan temuan tim investigasi kemarin. Kan mereka yang menuduhkan. Kita buktikan saja nanti," ujar Akil, Jumat (10/12/2010), setibanya di Gedung KPK, Jakarta.

Ia menegaskan, laporan kali ini merupakan laporan dari institusi, Mahkamah Konstitusi, bukan bersifat pribadi. "Ini laporan dari institusi," tandas Akil.

Sementara itu, Mahfud ketika dihujani berbagai pertanyaan dari para wartawan memilih bungkam. "Nanti ya nanti," ujarnya singkat.

Investigasi

Kisruh dugaan suap di tubuh MK bermula dari tulisan pengamat hukum tata negara Refly Harun yang dimuat di harian Kompas, 25 Oktober lalu. Tulisan yang mengungkap aroma suap itu kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan tim investigasi yang diketuai Refly.

Mahfud MD lantas membuka isi laporan tersebut. Isinya, dugaan suap terkait dengan sidang sengketa pilkada Kabupaten Simalungun. Akil adalah ketua panel majelis hakim. Seperti dituturkan Mahfud, Kamis (9/12/2010), dugaan suap bermula dari permintaan Refly Harun dan Maheswara yang merupakan tim pembela JR Saragih, kandidat bupati yang bertarung dalam pilkada, dalam sidang sengketa pilkada.

Tim investigasi menyebutkan, Saragih meminta diskon Rp 1 miliar dari lawyer fee Rp 3 miliar yang ditagih Refly dan Maheswara. Menurut Saragih, uang Rp 1 miliar itu akan diberikan kepada hakim MK yang sudah menangani perkaranya.

Akil disebut bertemu langsung dengan Saragih di salah satu rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan dan kediaman pribadi Saragih di kawasan Pondok Indah. Akil juga diduga menerima uang yang disebut dititipkan melalui sopir Saragih.

Akil membantah pernah menerima uang tersebut. Dalam siaran televisi nasional tadi pagi, Saragih juga membantah telah dimintai keterangan oleh tim investigasi internal MK.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHeru Margianto

    Terkini Lainnya

    Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

    Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

    Regional
    Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

    Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

    Internasional
    Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

    Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

    Megapolitan
    KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

    KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

    Nasional
    C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

    C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

    Nasional
    Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

    Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

    Regional
    Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

    Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

    Internasional
    Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Megapolitan
    Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang 'Bengkok'

    Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang "Bengkok"

    Nasional
    Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

    Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

    Regional
    'Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita'

    "Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita"

    Nasional
    Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

    Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

    Megapolitan
    Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

    Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

    Nasional
    KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

    KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

    Nasional
    Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

    Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

    Megapolitan

    Close Ads X