Bambang: Jika Tak Ada Arahan, Saya Pilih Anda

Kompas.com - 24/11/2010, 22:19 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Entah gurauan atau tidak, anggota Komisi III Bambang Soesatyo dari Fraksi Partai Golkar, Rabu (24/11/2010), menunjukkan keberpihakannya kepada salah satu calon pengganti pimpinan KPK.

Secara tak langsung, Bambang mengungkapkan, pilihan Fraksi Golkar terhadap calon pengganti pimpinan KPK sebelum proses uji kepatutan dan kelayakan usai. Ketika mendapatkan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada calon Bambang Widjojanto, Bambang mengatakan, "Kalau tidak ada arahan dari fraksi dan partai, saya akan pilih Anda."

Ucapan Bambang langsung mendapatkan respons sedikit riuh dari rekan-rekannya di Komisi Hukum DPR.

Pada kesempatan tersebut, politisi Partai Golkar tersebut menanyakan komitmen Bambang dalam menyelesaikan kasus Bank Century. Menjawab pertanyaan Bambang, Bambang Widjojanto mengatakan, dirinya berkomitmen menuntaskan kasus Century yang merugikan uang negara Rp 6,7 triliun.

Bahkan, mantan Direktur YLBHI ini mengaku memiliki satu strategi untuk mengungkapkan kasus tersebut. Namun, Bambang Widjojanto mengaku belum dapat mengungkapkannya. "Takutnya barang bukti hilang ketika saya katakan strategi ini. Nanti setelah selesai, saya akan beritahu, walaupun Anda tak akan memilih saya," kata Bambang Widjojanto sambil tersenyum.

Sementara itu, anggota Komisi III Ruhut Sitompul dari Fraksi Partai Demokrat mengatakan, tak ada yang mengarahkan anggota Komisi III. "Tetap tegar. Anda tetap calon terbaik," kata Ruhut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Nasional
Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Nasional
Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Nasional
Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Nasional
Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Nasional
Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Nasional
Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Nasional
K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

Nasional
Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Nasional
Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Nasional
PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Nasional
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Nasional
Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Nasional
Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X