Deddy Mizwar Silakan Minta Pertanggungjawaban Komite Seleksi

Kompas.com - 17/11/2010, 16:27 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Menyusul tidak diloloskannya film Sang Pencerah untuk mengikuti Festival Film Indonesia (FFI) 2010, sutradara dan aktor senior Deddy Mizwar, yang bertindak sebagai Pengarah Komite FFI 2010, tak bisa berkomentar banyak untuk membendung sejumlah pertanyaan publik.

Saat diminta klarifikasinya, Deddy pun enggan memberikan keterangan pasti akan nasib film garapan sutradara Hanung Bramantyo tersebut. "Biarkan saja berjalan, saya tidak tahu, saya bukan juri," ujar Deddy saat ditemui di Gedung Film, Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2010).

Deddy pun mengaku penasaran mengapa film berbobot yang dibintangi aktor Lukman Sardi tersebut tak diloloskan Komite Seleksi FFI. "Untuk itu, kami nanti akan meminta pertanggungjawaban dari Komite Seleksi setelah FFI 2010 selesai dilaksanakan," tegas Deddy.

Ketimbang Sang Pencerah, Komite Seleksi FFI lebih memilih Red Cobex dan Sehidup (Tak) Semati sebagai dua film terakhir yang didaftarkan untuk mengikuti FFI 2010. Sebelumnya, Komite Seleksi sudah mengantongi delapan judul film pilihan yang antara lain 3 Hati 3 Dunia 1 Cinta, 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Cinta 2 Hati-Dilema, Heartbreak.Com, Hari untuk Amanda, I Know What You Did On Facebook, dan Minggu Di Victoria Park

Rencananya, pengumuman nomine FFI 2010 akan dilangsungkan di Batam pada 28 November, sedangkan malam penganugerahan Piala Citra FFI 2010 akan dilangsungkan di Jakarta pada 6 Desember mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Siapkan 4.100 Kamar Hotel di DKI untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Pemerintah Siapkan 4.100 Kamar Hotel di DKI untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Nasional
Pemerintah Pastikan Biaya Tes Usap Tak akan Beratkan Masyarakat

Pemerintah Pastikan Biaya Tes Usap Tak akan Beratkan Masyarakat

Nasional
Perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar dengan Atasannya, Mabes Polri Terjunkan Paminal

Perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar dengan Atasannya, Mabes Polri Terjunkan Paminal

Nasional
Dua Pekan Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

Dua Pekan Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

Nasional
Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

Nasional
Setahun Kinerja Parlemen, Formappi: DPR Pendukung Setia Pemerintah

Setahun Kinerja Parlemen, Formappi: DPR Pendukung Setia Pemerintah

Nasional
Mahfud Bantah Pemerintah Terapkan Pendekatan Keamanan di Papua

Mahfud Bantah Pemerintah Terapkan Pendekatan Keamanan di Papua

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Laboratorium Madrasah, KPK Konfirmasi Perintah Terkait Lelang

Periksa Tersangka Kasus Laboratorium Madrasah, KPK Konfirmasi Perintah Terkait Lelang

Nasional
Pemerintah dan DPR Mulai Bahas Draf Perpres TNI Atasi Terorisme

Pemerintah dan DPR Mulai Bahas Draf Perpres TNI Atasi Terorisme

Nasional
Tak Bisa Prediksi Puncak Covid-19, Satgas: Semua Tergantung Masyarakat

Tak Bisa Prediksi Puncak Covid-19, Satgas: Semua Tergantung Masyarakat

Nasional
Ini Alasan Banten dan Aceh Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

Ini Alasan Banten dan Aceh Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

Nasional
Mahfud Sebut TNI-Polri Tak Bisa Akses Periksa Jenazah Pendeta Yeremia

Mahfud Sebut TNI-Polri Tak Bisa Akses Periksa Jenazah Pendeta Yeremia

Nasional
Jaringan Masyarakat Sipil Dorong RUU PKS Dimasukkan Prolegnas Prioritas 2021

Jaringan Masyarakat Sipil Dorong RUU PKS Dimasukkan Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
Satgas: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19

Satgas: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19

Nasional
Indonesia Minta Bantuan Alat Rapid Test Antigen ke WHO

Indonesia Minta Bantuan Alat Rapid Test Antigen ke WHO

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X