Intensifkan Kegiatan di Camar Bulan

Kompas.com - 26/10/2010, 04:09 WIB
Editor

Sambas, Kompas - Panglima Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal Moeldoko meminta masyarakat mengintensifkan kegiatan ekonomi di Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Tujuannya, agar wilayah seluas 33 hektar itu tidak diklaim Malaysia.

Moeldoko menekankan hal tersebut saat berdialog dengan masyarakat Temajuk, Senin (25/10). Temajuk berbatasan dengan Teluk Melano, Negara Bagian Serawak, Malaysia.

Untuk mencapai Temajuk, jika menggunakan jalan darat dan cuaca cukup baik, diperlukan waktu sekitar enam jam dari ibu kota Kabupaten Sambas. Waktu tempuhnya bisa jauh lebih lama ketika hujan turun karena jalan sulit dilalui.

Camar Bulan termasuk masalah prioritas yang akan dibahas Indonesia-Malaysia. Walaupun sudah ada kesepakatan pengukuran topografi pada tahun 1970 dan 1975, wilayah Camar Bulan belum disepakati secara diplomatik oleh kedua negara. ”Masyarakat diharapkan meningkatkan intensitas kegiatan ekonominya di sana. TNI akan terlibat dalam penguatan pertahanan keamanannya,” ujar Moeldoko.

Antusias

Kepala Desa Temajuk Mulyadi mengatakan, masyarakat pada dasarnya antusias menggarap lahan. Namun, mereka belum berani terlalu jauh masuk ke dalam karena takut berurusan dengan Polisi Diraja Malaysia.

Wahidin (48), warga Temajuk, menambahkan, kawasan Camar Bulan bisa dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan rakyat. ”Kami setuju kalau Camar Bulan dikelola bersama supaya tetap aman dan tidak diklaim Malaysia,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Bupati Sambas Burhanuddin A Rasyid, sebelumnya ada juga masalah perbatasan di Temajuk lainnya, yakni soal Gosong-Niger. Namun, masalah itu berhasil diselesaikan Pemerintah Indonesia.

”Setelah dipasang tiga suar di perairan Gosong-Niger, tidak ada lagi nelayan Malaysia yang berani masuk. Kini, kami fokus pada Camar Bulan dengan mendorong masyarakat memperbanyak kegiatan di sana agar wilayah itu tetap dalam penguasaan kita secara intensif seandainya sewaktu-waktu Malaysia mempersoalkannya,” katanya.

Kendati terus didorong untuk meningkatkan kesadaran bela negara, masyarakat Temajuk saat ini masih sangat bergantung pada Malaysia, baik dalam menjual hasil bumi maupun untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Hasil bumi berupa lada putih, misalnya, mau tidak mau terpaksa dijual di Teluk Melano terkait harga dan waktu tempuh. (aha)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.