Tersangka Theddy Dilantik sebagai Bupati

Kompas.com - 26/10/2010, 03:58 WIB
Editor

AMBON, KOMPAS - Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu diagendakan melantik Theddy Tengko sebagai Bupati Aru 2010-2015, Selasa (26/10). Bupati Aru 2005-2010 itu saat ini berstatus tersangka korupsi APBD Aru 2005-2007 senilai Rp 42 miliar, tetapi kejaksaan belum bisa memeriksanya karena belum ada izin dari Presiden.

Mengetahui agenda pelantikan itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Aru (Permaru), kemarin, berunjuk rasa di kantor Gubernur Maluku, di Ambon. Mereka meminta pelantikan bupati Aru agar dibatalkan.

Asisten I Pemerintah Provinsi Maluku Michael Rumadjak, seusai menemui mahasiswa pengunjuk rasa, mengatakan, tuntutan pengunjuk rasa, meski sudah disampaikan berkali-kali, tidak bisa dipenuhi. Pertimbangannya, tidak ada alasan untuk menunda atau membatalkan pelantikan karena Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi atas nama Presiden telah mengeluarkan surat keputusan pengangkatan Theddy Tengko sebagai Bupati Aru 2010-2015.

Pengangkatan tersebut berdasarkan hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Aru, 7 Juli lalu. Dalam pemilu tersebut, Theddy Tengko bersama pasangannya, Umar Djabumona, memperoleh suara mayoritas, yaitu 42 persen. Karena itu, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Aru kemudian menetapkan Theddy-Umar sebagai pemenang pilkada, tanggal 14 Juli 2010.

Michael menambahkan, pembatalan atau penundaan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih juga tak mungkin dilakukan karena hal itu bakal menyebabkan kekosongan pemerintahan. Pasalnya, masa jabatan bupati Aru 2005- 2010 berakhir 26 Oktober ini.

”Proses politik yang sudah berjalan tidak bisa diintervensi oleh proses hukum kecuali Theddy sudah divonis bersalah oleh pengadilan. Jika itu yang terjadi, mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, barulah Theddy bisa diberhentikan dari jabatannya,” papar Michael.

Kecewa dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku, Permaru akhirnya melanjutkan aksi unjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Mereka mendesak Kejati mempercepat proses penyidikan Theddy. Mereka bahkan meminta Theddy segera ditahan karena sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

”Sudah cukup rakyat Aru dibohongi. Jika Theddy menjadi bupati lagi, bukan tidak mungkin uang rakyat dikorupsi lagi,” ungkap Wahab Mangan, Sekretaris Umum Permaru, ketika berorasi.

Menanggapi permintaan pengunjuk rasa, Kepala Kejati Maluku Sugiarto mengatakan, pihaknya tidak bisa menahan Theddy karena penahanan kepala daerah membutuhkan izin dari Presiden. (APA)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Salatiga Tularkan Covid-19 ke Tiga Anggota Keluarganya

Ayah di Salatiga Tularkan Covid-19 ke Tiga Anggota Keluarganya

Nasional
Ketua KPK Minta Kepala Daerah Stop Poles Citra dengan Dana Penanganan Covid-19

Ketua KPK Minta Kepala Daerah Stop Poles Citra dengan Dana Penanganan Covid-19

Nasional
Pemerintah: Tidak Pakai Masker Jadi Faktor Penyumbang Kasus Positif Covid-19 Terbanyak

Pemerintah: Tidak Pakai Masker Jadi Faktor Penyumbang Kasus Positif Covid-19 Terbanyak

Nasional
UPDATE 11 Juli: Pemerintah Telah Periksa 1.038.988 Spesimen Covid-19

UPDATE 11 Juli: Pemerintah Telah Periksa 1.038.988 Spesimen Covid-19

Nasional
1.671 Kasus Baru Covid-19 dari 28 Provinsi, Jatim Terbanyak dengan 409

1.671 Kasus Baru Covid-19 dari 28 Provinsi, Jatim Terbanyak dengan 409

Nasional
UPDATE 11 Juli: ODP Covid-19 Sebanyak 34.887 Orang, PDP 13.752 Orang

UPDATE 11 Juli: ODP Covid-19 Sebanyak 34.887 Orang, PDP 13.752 Orang

Nasional
UPDATE: 1.190 Pasien Sembuh Covid-19, Rekor Terbanyak Sejak 2 Maret 2020

UPDATE: 1.190 Pasien Sembuh Covid-19, Rekor Terbanyak Sejak 2 Maret 2020

Nasional
UPDATE 11 Juli: Tambah 66, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 3.535 Orang

UPDATE 11 Juli: Tambah 66, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 3.535 Orang

Nasional
UPDATE 11 Juli: Bertambah 1.190, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 34.719 Orang

UPDATE 11 Juli: Bertambah 1.190, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 34.719 Orang

Nasional
UPDATE: Kini Ada 74.018 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.671

UPDATE: Kini Ada 74.018 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.671

Nasional
Anggota Komisi IX DPR: Gratiskan Rapid Test Covid-19 untuk Warga Tidak Mampu

Anggota Komisi IX DPR: Gratiskan Rapid Test Covid-19 untuk Warga Tidak Mampu

Nasional
Penyintas Covid-19: Jangan Takut Cek Kesehatan jika Merasakan Gejala Terpapar Corona

Penyintas Covid-19: Jangan Takut Cek Kesehatan jika Merasakan Gejala Terpapar Corona

Nasional
Kemenkumham Diminta Tak Larut Dalam Glorifikasi Keberhasilan Ekstradisi Maria Lumowa

Kemenkumham Diminta Tak Larut Dalam Glorifikasi Keberhasilan Ekstradisi Maria Lumowa

Nasional
Masyarakat Diminta Tidak Bicara Keras demi Cegah Penularan Covid-19

Masyarakat Diminta Tidak Bicara Keras demi Cegah Penularan Covid-19

Nasional
Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19

Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X