Menyerang Ahmadiyah, Tak Ada Sisi Dakwah

Kompas.com - 05/10/2010, 16:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyerangan perkampungan Ahmadiyah di Bogor pada 1 Oktober lalu menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya adalah anggota dewan syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mudjib Khudori yang menilai tindakan tersebut bukan sebuah tindakan dakwah yang tepat.

"Untuk mengatasi perbedaan, tidak boleh kita saling serang saling bunuh, kalau begini justru nilai dakwahnya dimana? Ini akan menghilangkan nilai dakwahnya karena agama manapun tidak ada yang mengajarkan kekerasan," ujarnya, Selasa (5/10/2010), di kantor DPP PKB, Jakarta.

Ia mengungkapkan untuk mengatasi konflik terkait Ahmadiyah ini, PKB melalui tim pengendali tindak kekerasan yang baru saja terbentuk akan segera mendamaikan kelompok yang bertikai. "Kami akan mengajak orang (yang bertikai) dengan merangkul bukan memukul. Perlu dialog dengan kelompok yang memakai kekerasan. Kami harus mengorangkan orang melalui dialog," ujarnya kepada pewarta.

Menurutnya, sikap PKB ini merupakan panggilan akan kondisi kerukunan yang saat ini tengah terancam. Oleh karena itu, dalam waktu dekat tim pengendali tindak kekerasan akan segera turun ke lapangan untuk berdialog dengan pihak yang bertikai terkait kasus Ahmadiyah.

"Ahmadiyah itu kelompok masyarakat yang harus kita ajak dialog, jangan malah menjerumuskan orang itu," tandas Mudjib. Adapun, pada Jumat (1/10/2010) malam, sekelompok massa menyerang perkampungan jemaah Ahmadiyah di Ciampea, Bogor, Jawa Barat. Akibat serangan tersebut dua rumah, satu masjid, satu mobil, satu sepeda motor terbakar, dan dua rumah lainnya mengalami kerusakan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorR Adhi KSP

    Terkini Lainnya

    Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang 'Margin of Error' Lembaga Lain

    Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang "Margin of Error" Lembaga Lain

    Nasional
    Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

    Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

    Megapolitan
    Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

    Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

    Regional
    Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

    Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

    Nasional
    Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

    Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

    Megapolitan
    Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

    Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

    Megapolitan
    Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

    Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

    Internasional
    Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

    Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

    Regional
    Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

    Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

    Nasional
    Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

    Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

    Regional
    Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

    Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

    Regional
    Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

    Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

    Regional
    Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

    Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

    Nasional
    Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

    Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

    Regional
    Instagramable, Terowongan Jalan Kendal Dipenuhi Pejalan Kaki yang Berfoto

    Instagramable, Terowongan Jalan Kendal Dipenuhi Pejalan Kaki yang Berfoto

    Megapolitan

    Close Ads X