Banyak Korban Masih Terjepit di Gerbong

Kompas.com - 02/10/2010, 06:57 WIB
EditorIgnatius Sawabi

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak korban kecelakaan Kereta Api Eksekutif Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya yang menabrak kereta api bisnis Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang, Jawa Tengah, masih terhimpit dalam gerbong.      Evakuasi korban sulit dilakukan karena membutuhkan alat khusus yang akan didatangkan dari Kantor Daerah Operasi (Daop) IV Semarang.      Kepala Jasa Raharja Perwakilan Pekalongan, Handri, Sabtu (2/10/2010), mengatakan, masih banyak korban terhimpit yang diperkirakan meninggal dunia. "Yang luka berat banyak, yang terhimpit diduga kondisinya meninggal dunia," ujarnya.      Ia mengatakan, pihak Jasa Raharja akan menanggung semua biaya pengobatan bagi korban luka-luka serta santunan bagi korban meninggal dunia.      "Kami akan mencatat data nama, alamat, dan berkoordinasi dengan Rumah Sakit untuk biaya penanganan," ujarnya.       Sementara menurut Kepala Daerah Operasi IV Sapto Hartoyo, saat ini semua gerbong KA Senja Utama yang tidak rusak telah ditarik ke Semarang.      "KA Senja utama yang tidak terguling diteruskan ke Semarang, sementara KA Argo Bromo menunggu evakuasi dari rangkaian  gerbong yang tertabrak," ujarnya.      Setidaknya, sembilan korban dinyatakan tewas dan 16 luka-luka setelah tiga gerbong terakhir KA Senja Utama ditabrak oleh KA Argo Anggrek.      Berdasarkan kronologi kejadian, Kereta Senja Utama Semarang sengaja berhenti untuk memberikan kesempatan bagi Kereta Argo Bromo Anggrek untuk melaju lebih dahulu.      Namun, Argo Anggrek justru menabrak Senja Utama hingga gerbong belakang keluar jalur.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X