KA Bima Serempet Gaya Baru di Solo

Kompas.com - 02/10/2010, 06:22 WIB
EditorIgnatius Sawabi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kereta Api Eksekutif Bima jurusan Jakarta-Surabaya menyerempet Kereta Ekonomi Gaya Baru Malam tujuan Surabaya di stasiun Purwosari, Solo. Salah seorang penumpang KA Bima, Suharto, Sabtu (2/10/2010) mengungkapkan KA Gaya Baru seharusnya memberi jalan kepada KA Bima, namun gerbong belakang masih melintang saat langsir.

"Kereta Bima seharusnya tidak berhenti di Stasiun Purwosari. Tapi kereta api Gaya Baru yang seharusnya memberi jalan, gerbong paling belakangnya masih melintang," ujarnya. Menurut dia, kondisi gerbong KA Gaya Baru yang tertabrak cukup parah, namun KA Bima hanya berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanan. Belum diketahui berapa jumlah korban akibat insiden ini.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kembangkan Rapid Test Covid-19, Kemenristek Siapkan 100.000 Alat dalam 2 Bulan

    Kembangkan Rapid Test Covid-19, Kemenristek Siapkan 100.000 Alat dalam 2 Bulan

    Nasional
    Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 yang Jadi Polemik

    Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 yang Jadi Polemik

    Nasional
    Gugus Tugas Covid-19: Rapid Test Tak Semunya Efektif, Kita Perbanyak PCR Test

    Gugus Tugas Covid-19: Rapid Test Tak Semunya Efektif, Kita Perbanyak PCR Test

    Nasional
    Kejagung Periksa Istri Tersangka Kasus Jiwasraya Heru Hidayat

    Kejagung Periksa Istri Tersangka Kasus Jiwasraya Heru Hidayat

    Nasional
    Ray Rangkuti: Presiden Tak Boleh Biarkan Ada Bayang Kekuasaan Selain Dirinya

    Ray Rangkuti: Presiden Tak Boleh Biarkan Ada Bayang Kekuasaan Selain Dirinya

    Nasional
    Wabah Covid-19, Pemerintah Kembangkan Ventilator Portabel

    Wabah Covid-19, Pemerintah Kembangkan Ventilator Portabel

    Nasional
    Miliki Ketua BAru, MA Diminta Gelar Persidangan Uji Materi secara Terbuka

    Miliki Ketua BAru, MA Diminta Gelar Persidangan Uji Materi secara Terbuka

    Nasional
    Hoaks Covid-19 Sebabkan Gangguan Psikologis, Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Berikan Narasi Positif

    Hoaks Covid-19 Sebabkan Gangguan Psikologis, Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Berikan Narasi Positif

    Nasional
    Amnesty: Pemidanaan Penghina Presiden Justru Bisa Tingkatkan Jumlah Orang Masuk Penjara

    Amnesty: Pemidanaan Penghina Presiden Justru Bisa Tingkatkan Jumlah Orang Masuk Penjara

    Nasional
    Tak Patuhi Maklumat Kapolri, 3.000 Warga Jatim Buat Surat Pernyataan Tak Akan Berkerumun

    Tak Patuhi Maklumat Kapolri, 3.000 Warga Jatim Buat Surat Pernyataan Tak Akan Berkerumun

    Nasional
    Kepala Gugus Tugas Covid-19: Banyak Negara dengan Sistem Kesehatan Bagus, tetapi Tak Semua Mampu

    Kepala Gugus Tugas Covid-19: Banyak Negara dengan Sistem Kesehatan Bagus, tetapi Tak Semua Mampu

    Nasional
    Pemerintah RI Terima Sumbangan Rp 82,5 Miliar dari Dunia untuk Tangani Covid-19

    Pemerintah RI Terima Sumbangan Rp 82,5 Miliar dari Dunia untuk Tangani Covid-19

    Nasional
    Lebih dari 20 Dokter Meninggal Selama Pandemi Covid-19

    Lebih dari 20 Dokter Meninggal Selama Pandemi Covid-19

    Nasional
    Ucapkan Selamat, Ketua KY Yakin Ketua MA Terpilih Bisa Bawa Perubahan

    Ucapkan Selamat, Ketua KY Yakin Ketua MA Terpilih Bisa Bawa Perubahan

    Nasional
    Abu Bakar Ba'asyir Ajukan Permohonan Asimilasi ke Presiden Jokowi

    Abu Bakar Ba'asyir Ajukan Permohonan Asimilasi ke Presiden Jokowi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X