Mencium Kejadian Sebelum Terjadi

Kompas.com - 26/09/2010, 08:17 WIB
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak wartawan foto seperti Julian Sihombing, tetapi tidak ada yang sejeli dan seberani Julian. Lebih dari itu, wartawan foto senior yang sudah puluhan tahun malang melintang di foto jurnalistik itu juga seperti punya kelebihan lain, bisa mencium kejadian sebelum terjadi. Naluri jurnalistiknya luar biasa.

Hal itu tergambar, ketika Direktur Eksekutif Bentara Budaya Efix Mulyadi berdialog dengan Julian pada pembukaan Pameran Foto Julian Sihombing bertajuk Split Second, Split Moment di Lobby Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan 26, Jakarta Pusat, Sabtu (25/9/2010) malam.  

Keberanian Julian terungkap ketika ia memotret Presiden Soeharto meneteskan air mata dan menghapusnya. Kejadian yang tidak didapatkan wartawan foto lain, dan hanya Julian seorang yang berani dan mendapatkannya. "Ketika Soeharto menangis, wartawan foto menaruh kameranya. Sedang saya melihat ini kejadian langka dan menarik. Saya sempat diperingatkan petugas pengamanan presiden. Saya minta filmnya tidak diambil dan petugas minta foto tersebut tidak dipublikasikan. Saya katakan, saya memotret sebagai relationship. Itu foto satu-satunya saat Soeharto menangis," cerita Julian.

Efix juga bertanya soal foto berseri Julian yang berhasil menangkap pengendara sepeda motor terjatuh saat melindas seekor anjing, kenapa bisa dapat momen seperti itu. Menurut Julian, sebenarnya ia tengah menunggu kesempatan memotret illegal logging di sungai, tetapi ketika melirik ke jalan, ia punya naluri akan terjadi sesuatu terhadap seekor anjing yang kelihatan sedang bingung. Ternyata benar, sepeda motor tiba-tiba melindasnya, pengendara motor terjatuh, ujarnya.

Yang lebih dramatis ketika saat reformasi tahun 1998. Pada tanggal 12 Mei 1998 Julian berhasil memotret seorang mahasiswi yang lagi terkapar di jalan, sementara polisi bertameng tampak berlarian. Situasi tampak kacau. Julian berhasil membidik dengan jeli momen yang sangat penting.

Efix semula hendak memanggil si subyek foto untuk menceritakan pengalamannya saat itu, tetapi kemudian Julian bilang, dia lagi studi di Belanda. Menurut Efix, sekian detik kalau Julian telat memotret, posisi subyek foto yang jadi penanda era Reformasi yang memakan korban itu tentu akan berubah.

Ketika ditanya kenapa begitu banyak kejadian tiba-tiba hadir di depan Julian, Julian tertawa dan mengatakan, banyak yang bertanya seperti itu. "Mungkin karena saya selalu siap dan naluri mencium suatu kejadian sebelum terjadi."

Direktur Galeri Foto Jurnalistik Antara, Oscar Matuloh, yang juga teman seangkatan Julian, seumur dan sama-sama terjun jadi wartawan foto, ketika diminta pendapatnya tentang kehebatan Julian seperti apa, dia mengatakan, zaman dulu kamera tidak secanggih sekarang. Dan, pada zamannya Julian-lah wartawan foto terbaik.

Bagi Julian, foto jurnalistik adalah yang utama dalam tugasnya. Di lapangan, Julian membuktikan bahwa ia punya integritas. Karakter yang ia bawa, foto-foto jurnalistik yang ia buat memberikan wawasan dan mencerahkan pembaca, papar Oscar.

Wakil Pemimpin Umum Kompas Agung Adiprasetyo dalam sambutannya mengatakan, betapa pentingnya foto saat orang mulai malas membaca tulisan yang berpanjang-panjang. Kompas menyadari hal itu, lalu melakukan perubahan dan dalam perubahan itu foto menjadi bagian penting, katanya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri Tegaskan Pilkada Langsung Perlu Dievaluasi, Bukan Diwakilkan DPRD

Mendagri Tegaskan Pilkada Langsung Perlu Dievaluasi, Bukan Diwakilkan DPRD

Nasional
Tanggapi Kritik Fadli Zon, Gubernur Lemhanas Sebut Ada Upaya Mengganti Pancasila

Tanggapi Kritik Fadli Zon, Gubernur Lemhanas Sebut Ada Upaya Mengganti Pancasila

Nasional
MA: Barang Bukti First Travel Dirampas Negara

MA: Barang Bukti First Travel Dirampas Negara

Nasional
Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda

Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda

Nasional
Gubernur Lemhanas: Perlu Amendemen UUD 1945, tapi Jangan Kembali ke Masa Lalu

Gubernur Lemhanas: Perlu Amendemen UUD 1945, tapi Jangan Kembali ke Masa Lalu

Nasional
Heboh 'Desa Fiktif', Mendagri Akan Surati Kepala Daerah untuk Tata Ulang Desa

Heboh "Desa Fiktif", Mendagri Akan Surati Kepala Daerah untuk Tata Ulang Desa

Nasional
Setelah Dua Bulan Disahkan, MK Terima 6 Permohonan Uji Materi UU KPK

Setelah Dua Bulan Disahkan, MK Terima 6 Permohonan Uji Materi UU KPK

Nasional
Usai Investigasi 'Desa Fiktif', Kemendagri Minta Bupati Konawe Evaluasi Perda Bermasalah

Usai Investigasi "Desa Fiktif", Kemendagri Minta Bupati Konawe Evaluasi Perda Bermasalah

Nasional
Sopir Eks Dirkeu AP II Mengaku Pernah Diingatkan Teman Eks Dirut PT INTI untuk Tak Sering Komunikasi

Sopir Eks Dirkeu AP II Mengaku Pernah Diingatkan Teman Eks Dirut PT INTI untuk Tak Sering Komunikasi

Nasional
Kominfo Akan Serahkan Draft RUU Perlindungan Data Pribadi ke DPR Akhir Tahun

Kominfo Akan Serahkan Draft RUU Perlindungan Data Pribadi ke DPR Akhir Tahun

Nasional
Istana Enggan Tanggapi Penolakan Serikat Pekerja Pertamina terhadap Ahok

Istana Enggan Tanggapi Penolakan Serikat Pekerja Pertamina terhadap Ahok

Nasional
Sopir Eks Dirkeu AP II Akui Terima 3 Kali Titipan Uang dari Mantan Dirut PT INTI

Sopir Eks Dirkeu AP II Akui Terima 3 Kali Titipan Uang dari Mantan Dirut PT INTI

Nasional
Sempat Dikembalikan Setneg, Bagaimana Nasib RUU Perlindungan Data Pribadi?

Sempat Dikembalikan Setneg, Bagaimana Nasib RUU Perlindungan Data Pribadi?

Nasional
Calon Hakim Ad Hoc Willy Farianto Mengaku Siap Mundur jika...

Calon Hakim Ad Hoc Willy Farianto Mengaku Siap Mundur jika...

Nasional
Polri Tetapkan 23 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan

Polri Tetapkan 23 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X