Djoko: Perketat Distribusi Senjata

Kompas.com - 23/09/2010, 18:04 WIB
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan perlunya pengetatan prosedur distribusi senjata dalam tubuh TNI dan Polri menyusul insiden penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, kemarin.

"Yang terjadi di sana kan mereka menggunakan laras panjang, peluru besar, jumlah besar. Artinya, perlu pengetatan di TNI dan Polri, barang-barang tersebut. Jadi, penertiban ke dalam pengawasan diperketat, substansinya," ungkapnya di Istana Negara, Kamis (23/9/2010).

Djoko juga mengatakan, Presiden tentunya memiliki respons yang tak jauh berbeda untuk terus mengejar para teroris, menjaga kewaspadaan, dan meningkatkan kewaspadaan secara internal dalam distribusi senjata di semua instansi pemerintah, terutama perusahaan milik TNI dan Polri yang mengelola bahan peledak untuk keperluan perusahaan.

Sementara itu, Djoko memandang tidak perlu adanya detasemen lain untuk membantu Densus 88 dalam menangani teroris. "Kan ada fungsi TNI untuk ikut bantu pemberantasan terorisme sebatas sesuai dengan UU. Jadi, itu nanti dirumuskan," tambahnya.




Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X