13 Terduga Teroris di Mako Brimob

Kompas.com - 23/09/2010, 13:17 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 16 terduga teroris dibawa hidup-hidup ke Jakarta untuk pengembangan penyelidikan. Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi mengatakan, saat ini para terduga teroris dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

"Iya, tersangkanya sekarang sudah di Jakarta untuk pengembangan karena ini menyangkut kelompok-kelompok lain," katanya di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (23/9/2010).

Menurut Kepala Bidang Humas Mabes Polri Irjen Iskandar Hasan, dari 16 terduga teroris tersebut, 13 orang kini mendekam di Mako Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, sedangkan tiga orang lainnya dalam perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Dari penyergapan di beberapa daerah di Sumatera Utara dan Lampung, Densus 88 Antiteror menyergap 19 orang terduga teroris. Tiga orang ditembak mati di tempat sehingga hanya 16 orang yang hidup dibawa ke Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Ito juga menyampaikan agar masyarakat bersama-sama memerangi terorisme yang merupakan musuh seluruh bangsa.

"Ini juga menjadi bukti nyata kalau terorisme bukan masalah masyarakat saja, tapi negara, karena ini berdampak pada kehidupan masyarakat dan negara. Tentunya kami berharap untuk memerangi terorisme dapat dilakukan bersama-sama," ujarnya.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kemenkes Ingatkan Imunisasi Vaksin Pneumokokus Tak Cegah Virus Corona

    Kemenkes Ingatkan Imunisasi Vaksin Pneumokokus Tak Cegah Virus Corona

    Nasional
    TNI AL: Indonesia dan China Hanya Beda Pemahaman soal ZEE di Natuna

    TNI AL: Indonesia dan China Hanya Beda Pemahaman soal ZEE di Natuna

    Nasional
    Artis Faye Nicole Diperiksa KPK Terkait Kasus Wawan

    Artis Faye Nicole Diperiksa KPK Terkait Kasus Wawan

    Nasional
    Polisi Tangkap 3 Penyebar Malware JS Sniffer

    Polisi Tangkap 3 Penyebar Malware JS Sniffer

    Nasional
    Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus DPP Partai Hanura 2019-2024

    Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus DPP Partai Hanura 2019-2024

    Nasional
    Dampak Virus Corona, Kemenkes Minta Tak Panik ke Orang Baru Datang dari China

    Dampak Virus Corona, Kemenkes Minta Tak Panik ke Orang Baru Datang dari China

    Nasional
    Ketua DPP Partai Berkarya Sarankan Tommy Soeharto Nonaktifkan Priyo Budi Santoso

    Ketua DPP Partai Berkarya Sarankan Tommy Soeharto Nonaktifkan Priyo Budi Santoso

    Nasional
    DPP Berkarya Persilakan KPK Periksa Priyo Budi Santoso Terkait Kasus Pengadaan Laboratorium Madrasah

    DPP Berkarya Persilakan KPK Periksa Priyo Budi Santoso Terkait Kasus Pengadaan Laboratorium Madrasah

    Nasional
    Kenapa Ditjen Imigrasi Terlambat Deteksi Keberadaan Harun Masiku?

    Kenapa Ditjen Imigrasi Terlambat Deteksi Keberadaan Harun Masiku?

    Nasional
    Kejagung Telusuri Sekitar 800 Rekening Efek Para Tersangka Jiwasraya

    Kejagung Telusuri Sekitar 800 Rekening Efek Para Tersangka Jiwasraya

    Nasional
    Bima Arya: Konflik GKI Yasmin Jadi Ujian Citra Toleransi Kota Bogor

    Bima Arya: Konflik GKI Yasmin Jadi Ujian Citra Toleransi Kota Bogor

    Nasional
    Soal Virus Corona, Wapres Ma'ruf Amin Tegaskan Pemerintah Sudah Antisipasi

    Soal Virus Corona, Wapres Ma'ruf Amin Tegaskan Pemerintah Sudah Antisipasi

    Nasional
    BNPB Ingatkan Pejabat Daerah Pantau Curah Hujan Setiap Waktu

    BNPB Ingatkan Pejabat Daerah Pantau Curah Hujan Setiap Waktu

    Nasional
    Indeks Demokrasi Indonesia Turun dalam Tiga Tahun Terakhir, Ini Respons Bawaslu

    Indeks Demokrasi Indonesia Turun dalam Tiga Tahun Terakhir, Ini Respons Bawaslu

    Nasional
    KPK Bantah Pernyataan Hasto yang Sebut Harun Masiku sebagai Korban

    KPK Bantah Pernyataan Hasto yang Sebut Harun Masiku sebagai Korban

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X