Ratusan Loper Kompas Ngabuburit

Kompas.com - 30/08/2010, 23:09 WIB
EditorTri Wahono

BOGOR, KOMPAS.com - Sekitar 850 orang pengecer atau loper koran dan majalah terbitan Kelompok Kompas Gramedia se-Bogor ngabuburit bersama di Gedung Kemuning Gading di Kompleks Balai Kota Bogor, Senin (30/8) sore.

 

Agus Taufikrahman, pemilik Asep Agency, ketua paniitia acara "Ngabuburit Bareng Bersama Ageng, Pengecer, dan Kompas Gramedia", mengatakan, acara tersebut acara rutin mengisi Ramdhan sejak tiga tahun lalu. Dalam sambutannya, Asep menekankan pentingnya saling mendukung antara mereka, untuk kemajuan usaha dan kesejahteraan bersama.

 

"Tanpa penerbit, kami para agen koran/majalah dan pengecernya tidak akan ada. Tanpa agen/pengecer, penerbit juga tidak akan maju," katanya.

 

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Direktur PT Sirkulasi Kompas Gramedia Agus Suparno. Ia menyatakan banyak terima kasih kepada agen dan pengecer produk Kompas Gramedia, serta berharap silahturahmi antar Kompas Gramedia dengan agen dan pengecer di Bogor ini terus terjalin dalam kerja sama yang makin baik.

 

Acara ngabuburit itu diisi dengan hiburan Marawis Al Zahro pimpinan Ustad Romly dari Cipaku, Tanah Sareal, Kota Bogor. Ada juga tausiyah yang disampaikan Ustad Marzuki dari Majlis Taklim Al Husna Kota Bogor. Sebelumnya acara dibuka dengan pembacaan beberapa surat Al Quran dengan qory Ustad Suryana.

 

Para pengecer atau loper juga diberi kenang-kenang berupa bingkisan nasi kota untuk berbuka, sehelai sarung, dan uang transport masing-masing Rp 15.000 per orang.

 

Selain itu juga ada door prize berupa dua buah sepeda merek Poligon dan United, dua telepon seluler, dua jam tangan, dan 50 buah polo t-shirt Kompas, serta dua paket tour ke Bali.

 

Usai acara ngabuburit tersebut, sebanyak 20 agen resmi pendistribusi produk Kompas Gamedia melanjutkan dengan acara buka bersama dengan manajemen PT Sirkulasi Kompas Gramedia di ruang rapat I Balai Kota Bogor. Hadir juga pada acara itu staf CEO Kompas Gramedia Lucas Wijaya.

 

Lucas berharap mereka dapat bersilahturahmi kembali dalam kesempatan-kesempatan lain. "Pada saat kita bertemu kembali, tentunya kita harapkan usaha atau bisnis kita makin lebih baik," katanya.

 

Usai acara itu Asep Taufikurahman mengatakan, secara umum peredaran Kompas di Bogor stabil. "Kompas saya akui sampai saat ini tetap koran nomor satu dalam kualitas. Namun untuk kami meningkatkan oplahnya, saat ini masih berat." katanya.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Pemerintah Ajak Penyintas Covid-19 Sumbangkan Plasma Konvalesen...

Saat Pemerintah Ajak Penyintas Covid-19 Sumbangkan Plasma Konvalesen...

Nasional
Epidemiolog Sayangkan Tak Ada Pengumuman ke Publik Saat Airlangga Idap Covid-19

Epidemiolog Sayangkan Tak Ada Pengumuman ke Publik Saat Airlangga Idap Covid-19

Nasional
Kemensos Beri Trauma Healing Korban Gempa Sulawesi Barat

Kemensos Beri Trauma Healing Korban Gempa Sulawesi Barat

Nasional
Hakim Sebut Andi Irfan Jaya Pembuat Action Plan untuk Bebaskan Djoko Tjandra

Hakim Sebut Andi Irfan Jaya Pembuat Action Plan untuk Bebaskan Djoko Tjandra

Nasional
Perantara Suap Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki Divonis 6 Tahun Penjara

Perantara Suap Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki Divonis 6 Tahun Penjara

Nasional
BNPB Distribusikan Bantukan ke 4 Desa Terisolasi akibat Gempa Sulbar

BNPB Distribusikan Bantukan ke 4 Desa Terisolasi akibat Gempa Sulbar

Nasional
Menaker Sebut 3 RPP Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja dalam Penyempurnaan

Menaker Sebut 3 RPP Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja dalam Penyempurnaan

Nasional
Kontroversi Swab Test Rizieq Shihab, Bima Arya Bakal Sanksi RS Ummi

Kontroversi Swab Test Rizieq Shihab, Bima Arya Bakal Sanksi RS Ummi

Nasional
Soal Mobil Jokowi di Kalsel, Istana: Itu Hanya Genangan Air, Tak Halangi Presiden

Soal Mobil Jokowi di Kalsel, Istana: Itu Hanya Genangan Air, Tak Halangi Presiden

Nasional
Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Pejabat Publik Diminta Terbuka jika Terpapar

Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Pejabat Publik Diminta Terbuka jika Terpapar

Nasional
Kasus Kontroversi 'Swab Test', Bima Arya Ditanya Kronologi Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Kasus Kontroversi "Swab Test", Bima Arya Ditanya Kronologi Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Nasional
Ketua PMI Jusuf Kalla Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Ketua PMI Jusuf Kalla Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Diperiksa KPK, Gubernur Bengkulu Bantah Terlibat Kasus Suap Edhy Prabowo

Diperiksa KPK, Gubernur Bengkulu Bantah Terlibat Kasus Suap Edhy Prabowo

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Mandiri Dinilai Berpotensi Gagalkan Target Herd Immunity

Vaksinasi Covid-19 Mandiri Dinilai Berpotensi Gagalkan Target Herd Immunity

Nasional
Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Epidemiolog Ingatkan soal Keterbukaan Pemerintah

Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Epidemiolog Ingatkan soal Keterbukaan Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X