Akil: Pemberian Remisi Harus Diperketat

Kompas.com - 20/08/2010, 22:08 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya para koruptor yang mendapatkan remisi dan grasi pada perayaan HUT RI ke-65 pada 17 Agustus 2010 lalu, dinilai sangat tidak pantas. Hal tersebut justru merendahkan aparat penegak hukum di mata rakyat.

"Seharusnya tidak pantas, jika demikian halnya sama dengan merendahkan hukum di mata rakyat, karena vonis yang dijatuhkan dianggap tidak ada artinya karena nanti bisa dikorting melalui remisi yang sangat mudah untuk mendapatkannya," ujar Hakim Konstitusi, Akil Mochtar, saat dihubungi Tribunnews.com melalui pesan singkat, Jumat (20/8/2010).

Menurut Akil, remisi sebaiknya jangan dilakukan sebagai hadiah yang dibagikan secara royal kepada semua narapidana, harus ada syarat yang ketat berlandaskan kriteria tertentu. "Sekarang kecenderungannya sangat royal dan mudah sekali, dapat remisi," tegas Akil.

Tidak hanya itu, menurut mantan anggota DPR Fraksi Partai Golkar tersebut, obral remisi juga dapat menimbulkan mandulnya upaya pemberantasan korupsi. "Pemberian remisi yang sangat mudah akan memandulkan pemberantasan korupsi," tandasnya.

Seperti diketahui, pada 17 Agustus 2010, pemerintah memberikan remisi kepada 58.000 narapidana di seluruh Indonesia. Remisi tersebut juga dinikmati para pelaku tindak pidana korupsi. Para koruptor seperti mantan Bupati Kutai Kertanegara Syaukani Hassan Rais bahkan diberikan ampunan hukuman atau grasi hingga 3 tahun.

Lebih hebat lagi adalah terdakwa kasus aliran dana Bank Indonesia yang juga besan Presiden SBY, Aulia Pohan. Ia akhirnya dapat menghirup udara bebas setelah mendapatkan remisi bersyarat. (Tribunnews/Willy Widianto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ferdy Sambo Disebut Janjikan Uang Tutup Mulut Rp 2 Miliar, Ini Kata Polri

    Ferdy Sambo Disebut Janjikan Uang Tutup Mulut Rp 2 Miliar, Ini Kata Polri

    Nasional
    MAKI Sebut Kejagung dan KPK Harus Tangkap Surya Darmadi di Bandara

    MAKI Sebut Kejagung dan KPK Harus Tangkap Surya Darmadi di Bandara

    Nasional
    Upaya Polisi Pecahkan Teka-teki Kejadian antara Istri Ferdy Sambo dan Brigadir J di Magelang...

    Upaya Polisi Pecahkan Teka-teki Kejadian antara Istri Ferdy Sambo dan Brigadir J di Magelang...

    Nasional
    Komnas HAM Tinjau TKP Pembunuhan Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo Hari Ini

    Komnas HAM Tinjau TKP Pembunuhan Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo Hari Ini

    Nasional
    Kementerian/Lembaga Diminta Implementasi dan Awasi PSE Lingkup Privat demi Tekan Kejahatan Siber

    Kementerian/Lembaga Diminta Implementasi dan Awasi PSE Lingkup Privat demi Tekan Kejahatan Siber

    Nasional
    Gugatan Praperadilan Nizar Dahlan Lawan KPK Terkait Laporan Dugaan Gratifikasi Suharso Monoarfa Diputus Hari Ini

    Gugatan Praperadilan Nizar Dahlan Lawan KPK Terkait Laporan Dugaan Gratifikasi Suharso Monoarfa Diputus Hari Ini

    Nasional
    Litbang 'Kompas': 77 Tahun Indonesia Merdeka, Mayoritas Anggap Rakyat Belum Maju dan Sejahtera

    Litbang "Kompas": 77 Tahun Indonesia Merdeka, Mayoritas Anggap Rakyat Belum Maju dan Sejahtera

    Nasional
    Jejak Prabowo di Tiga Pemilu Presiden: 2009, 2014, dan 2019

    Jejak Prabowo di Tiga Pemilu Presiden: 2009, 2014, dan 2019

    Nasional
    Ruang Politik Ganjar Pranowo di Antara Partai-partai

    Ruang Politik Ganjar Pranowo di Antara Partai-partai

    Nasional
    Aneka Drama di Hari Penutupan Pendaftaran Partai Calon Peserta Pemilu 2024

    Aneka Drama di Hari Penutupan Pendaftaran Partai Calon Peserta Pemilu 2024

    Nasional
    Minta Petani Diversifikasi Pangan, Jokowi: Hati-hati, Jangan Hanya Beras...

    Minta Petani Diversifikasi Pangan, Jokowi: Hati-hati, Jangan Hanya Beras...

    Nasional
    Terkini soal Kasus Brigadir J: Laporan Pelecehan Istri Ferdy Sambo Dihentikan, Bharada E Dapat Perlindungan Darurat

    Terkini soal Kasus Brigadir J: Laporan Pelecehan Istri Ferdy Sambo Dihentikan, Bharada E Dapat Perlindungan Darurat

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Bharada E Cabut Kuasa Deolipa karena Tidak Nyaman | Megawati Gembleng Capres PDI-P

    [POPULER NASIONAL] Bharada E Cabut Kuasa Deolipa karena Tidak Nyaman | Megawati Gembleng Capres PDI-P

    Nasional
    24 Parpol Lolos ke Tahap Verifikasi Calon Peserta Pemilu 2024, Ini Daftarnya

    24 Parpol Lolos ke Tahap Verifikasi Calon Peserta Pemilu 2024, Ini Daftarnya

    Nasional
    Pendaftaran Pemilu Ditutup, KPU Masih Periksa Berkas 16 Partai

    Pendaftaran Pemilu Ditutup, KPU Masih Periksa Berkas 16 Partai

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.