Rekaman Percakapan Sengaja Dihilangkan? - Kompas.com

Rekaman Percakapan Sengaja Dihilangkan?

Kompas.com - 13/08/2010, 18:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polri sudah menyatakan bahwa rekaman yang dimaksud dalam pernyataan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri adalah call data record (CDR), sedangkan rekaman percakapan Ade Raharja-Ary Muladi tak pernah dimiliki Polri.

Namun, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane tetap meyakini rekaman itu ada. Ia menduga kemungkinan rekaman tersebut sengaja "dihilangkan". Mengapa? "Saya yakin rekaman itu ada. Hanya, bisa hilang atau sengaja dihilangkan," kata Neta, Jumat (13/8/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

Apa kepentingan di balik itu? "Bisa saja dihilangkan karena menyangkut orang penting," ujarnya.

Sebab, menurut Neta, karakter kerja kepolisian selalu mengejar data atau indikasi awal yang dimilikinya. Jika telah mengantongi CDR, ia menilai tak mungkin Polri tak mengejar isi percakapan tersebut.

"Tetapi, peristiwa ini sudah menjadi tamparan bagi polisi dan KPK. Kalau terbukti ada dugaan suap (Ade Raharja) melalui rekaman itu, maka membuktikan bahwa oknum polisi di KPK itu mafia kasus. Bagi KPK juga tamparan, kenapa tidak mengejar kasus ini dan menandakan mafia kasus sudah masuk ke lembaga KPK," ujarnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorI Made Asdhiana

    Terkini Lainnya

    Anies: Jakarta Fair di Kemayoran Kondisinya Aman dan Stabil

    Anies: Jakarta Fair di Kemayoran Kondisinya Aman dan Stabil

    Megapolitan
    Ini Perbedaan Teknik Informatika dan Sistem Informasi

    Ini Perbedaan Teknik Informatika dan Sistem Informasi

    Edukasi
    PP Muhammadiyah Minta Agar Istilah Radikalisasi Dihapus di RUU Antiterorisme

    PP Muhammadiyah Minta Agar Istilah Radikalisasi Dihapus di RUU Antiterorisme

    Nasional
    Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam

    Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam

    Regional
    Jebol Tembok Kantor Pegadaian di Bekasi dan Depok, Pelaku Pura-pura Sewa Kontrakan

    Jebol Tembok Kantor Pegadaian di Bekasi dan Depok, Pelaku Pura-pura Sewa Kontrakan

    Megapolitan
    KPU Sebut Logistik Kotak Suara Pilkada 2018 Telah Tersebar di Semua Daerah

    KPU Sebut Logistik Kotak Suara Pilkada 2018 Telah Tersebar di Semua Daerah

    Nasional
    Kata Pimpinan KPK, Mantan Napi Koruptor Bisa 'Nyaleg' Asalkan...

    Kata Pimpinan KPK, Mantan Napi Koruptor Bisa "Nyaleg" Asalkan...

    Nasional
    Dahnil: RUU Antiterorisme Seperti Menyeret ke Orde Baru...

    Dahnil: RUU Antiterorisme Seperti Menyeret ke Orde Baru...

    Nasional
    Bawa Pistol Sambil Mengajar, Guru SD di OKU Timur DItangkap Polisi

    Bawa Pistol Sambil Mengajar, Guru SD di OKU Timur DItangkap Polisi

    Regional
    'Bila Gubernur Mau Datang Beri Bantuan, Lebih Baik dalam Bentuk Finansial'

    "Bila Gubernur Mau Datang Beri Bantuan, Lebih Baik dalam Bentuk Finansial"

    Megapolitan
    KPK Tangkap Bupati dan 9 Orang di Buton Selatan

    KPK Tangkap Bupati dan 9 Orang di Buton Selatan

    Nasional
    Saat Jokowi Menguji Anak-anak Muda Visioner Melafalkan Pancasila...

    Saat Jokowi Menguji Anak-anak Muda Visioner Melafalkan Pancasila...

    Nasional
    Pria yang Hina Jokowi Dalam Sebuah Video Disebut Akan Serahkan Diri

    Pria yang Hina Jokowi Dalam Sebuah Video Disebut Akan Serahkan Diri

    Megapolitan
    Jaringan Kemendagri Terputus 2 Minggu, Ribuan Warga Perbatasan Nunukan Tidak Bisa Cetak E-KTP

    Jaringan Kemendagri Terputus 2 Minggu, Ribuan Warga Perbatasan Nunukan Tidak Bisa Cetak E-KTP

    Regional
    Ali Mochtar Ngabalin Jadi Tenaga Ahli KSP, Ini Kata Airlangga Hartarto

    Ali Mochtar Ngabalin Jadi Tenaga Ahli KSP, Ini Kata Airlangga Hartarto

    Nasional

    Close Ads X