Pantun Tifatul soal Video-video Itu

Kompas.com - 16/06/2010, 12:07 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, memang dikenal sebagai sosok yang suka berpantun. Menanggapi peredaran video-video porno yang menampilkan sosok-sosok mirip tiga selebritas, ia pun tak ketinggalan membuat sebuah pantun.

Secara tegas ia mengatakan, para pelaku adegan mesum yang tersebar ke publik itu tidak bisa berlindung di balik alasan "koleksi pribadi". Apa pantun Tifatul soal video-video itu? "Mengapa kita harus berbudi, orang berbudi terlihat menarik. Kenapa harus disebut koleksi pribadi, padahal bukan barang antik," baca Tifatul ketika membuka pemaparan dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/6/2010).

Pantun Tifatul itu memancing "gerrr" para peserta rapat yang terbuka untuk umum ini. Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini pun mengungkapkan keprihatinannya atas peredaran video-video tersebut. "Video porno artis ini memang sangat menyita perhatian. Saya pikir ada World Cup akan berkurang, tapi ternyata tidak," katanya.

Tifatul sendiri mengaku belum menonton utuh video-video itu. "Hanya melihat potongan-potongan gambarnya. Tidak perlu lihat gambar bergeraknya. Keterangan staf sudah cukup," ujarnya.

Pada akhir paparannya, ia berharap para artis yang mirip pelaku adegan mesum itu memberi pernyataan tegas dan jujur. "Katakan ya kalau berbuat, katakan tidak kalau memang bukan. Supaya masyarakat tidak diombang-ambing," kata dia. (ING)

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X