Keluarga Dilarang Ikut Jemput ke Bandara

Kompas.com - 24/05/2010, 21:04 WIB
Editormade

JAKARTA, KOMPAS.com — Selasa (25/5/2010) sekitar pukul 05.00 WIB, jenazah mantan Ibu Negara, Hasri Ainun Habibie, dijadwalkan tiba di Tanah Air. Meski banyak keluarga yang berharap ikut menjemput ke Bandara Halim Perdanakusuma, keinginan itu tidak bisa dipenuhi.

Sekretariat pribadi BJ Habibie melarang pihak keluarga untuk ikut berangkat ke bandara dengan alasan agar lebih efisien selama perjalanan.

"Kami hanya 15 orang saja yang berangkat ke bandara. Semuanya petugas. Keluarga lain saya larang dulu supaya lebih efisien. Toh nantinya juga akan ke sini," ujar Rubijanto, sekretaris pribadi Habibie, Senin (24/5/2010) di kediaman Habibie, di Jalan Patra Kuningan XIII Blok L XV Kav 5 dan 7, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sebelumnya diwartakan, pesawat yang membawa jenazah Ainun sudah diterbangkan dari Jerman ke Jakarta sekitar pukul 11.07 waktu Munich. Prosesi penyerahan jenazah dilakukan keluarga BJ Habibie kepada Dubes RI untuk Jerman Eddy Pratomo pukul 10.15 waktu setempat. Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 04.00-05.00 WIB. (Tribunnews/Alie Usman)

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

    Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

    Nasional
    Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

    Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

    Nasional
    Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

    Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

    Nasional
    Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

    Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

    Nasional
    Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

    Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

    Nasional
    Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

    Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

    Nasional
    Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

    Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

    Nasional
    KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

    KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

    Nasional
    UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

    UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

    Nasional
    Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

    Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

    Nasional
    Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

    Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

    Nasional
    Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

    Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

    Nasional
    Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

    Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

    Nasional
    UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

    UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

    Nasional
    Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

    Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X