Eksekusi Mantan Wali Kota Solo Ditunda - Kompas.com

Eksekusi Mantan Wali Kota Solo Ditunda

Kompas.com - 23/04/2010, 19:21 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah memutuskan eksekusi terhadap mantan Wali Kota Surakarta, Slamet Suryanto, menunggu kesembuhan terpidana kasus korupsi Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2003 Pemerintah Kota Surakarta senilai Rp6,9 miliar itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta, Sugeng Haryono, didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus, Sigit Kristanto, di Solo, Jumat, menjelaskan tentang surat keputusan Kejati Jateng Nomor B-1276/0.3.1/Fu.I/04/2010 perihal Laporan Pelaksanaan Eksekusi Terpidana Slamet Suryanto yang diterima kejari setempat pada Selasa (20/4).

Surat tersebut, katanya, memberikan kepastian hukum baik kepada kejari setempat maupun terpidana terkait pelaksanaan esekusi. Surat tertanggal 7 April 2010 itu sebagai keputusan kejati berdasarkan atas pertimbangan kemanusiaan terhadap terpidana.

Sebelumnya, katanya, kejari setempat telah mengirimkan laporan kepada kejati terkait perkembangan kondisi kesehatan Slamet Suryanto. "Surat Kejati itu merupakan jawaban terkait pertimbangan kondisi kesehatan Slamet Suryanto jika dilakukan eksekusi," katanya.

Kejari setempat juga telah berkoordinasi dengan pihak Rumah Tahanan Surakarta. Pihak rutan menyatakan tidak memiliki fasilitas secara memadai untuk merawat terpidana jika ditahan di tempat itu.

Ia mengatakan, kejari setempat tetap mengawasi dan memeriksa secara rutin terhadap perkembangan kesehatan terpidana. "Kami terus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui perkembangan kesehatan Slamet Suryanto," katanya.

Heru Buwono, kuasa hukum terpidana, mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan perihal surat keputusan kejati itu. Namun, katanya, pihaknya merasa lega menerima informasi terkait keputusan tersebut.

Ia mengatakan, kejaksaan ternyata masih mempertimbangkan aspek kemanusiaan baik kepada terpidana maupun keluarga terpidana.

Rencananya kejari setempat mengeksekusi Slamet Suryanto yang juga mantan wali kota setempat periode 1999-2004 itu berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 693 K/Pid.Sus/2008.

Putusan MA pada 28 Juli 2008 menguatkan vonis Pengadilan Negeri Surakarta berupa hukuman penjara kepada Slamat Suryanto selama satu tahun tiga bulan dan denda Rp50 juta subsider kurungan selama tiga bulan.

Kejari setempat selalu gagal mengeksekusi Slamet Suryanto karena terpidana itu mengalami gangguan kesehatan baik fisik maupun psikis.


Editorksp

Terkini Lainnya

Kapolda Jatim Minta Semua Polres Mencontoh Pelayanan Publik Polres Madiun

Kapolda Jatim Minta Semua Polres Mencontoh Pelayanan Publik Polres Madiun

Regional
Rumah Baru bagi Pasutri Lansia yang Anaknya 'Down Syndrome' Mulai Dibangun...

Rumah Baru bagi Pasutri Lansia yang Anaknya "Down Syndrome" Mulai Dibangun...

Regional
11 Fakta Dugaan Suap Proyek Meikarta yang Seret Bupati Bekasi

11 Fakta Dugaan Suap Proyek Meikarta yang Seret Bupati Bekasi

Nasional
Kronologi OTT Pejabat Pemkab Bekasi hingga Penyitaan Uang dan Mobil

Kronologi OTT Pejabat Pemkab Bekasi hingga Penyitaan Uang dan Mobil

Nasional
Ribuan Perempuan Berseragam 'Kompeni' Menari Angguk di Alun-alun Wates

Ribuan Perempuan Berseragam "Kompeni" Menari Angguk di Alun-alun Wates

Regional
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Soal Mitigasi Gempa di Surabaya hingga Trauma Warga Sigi

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Soal Mitigasi Gempa di Surabaya hingga Trauma Warga Sigi

Regional
Kejari Palopo: Tersangka Baru Kasus Jalan Lingkar Barat Bisa Bertambah

Kejari Palopo: Tersangka Baru Kasus Jalan Lingkar Barat Bisa Bertambah

Regional
Selain Suap, Bupati Bekasi Juga Disangka Terima Gratifikasi

Selain Suap, Bupati Bekasi Juga Disangka Terima Gratifikasi

Nasional
Ketua KPK: Sudah 2 Orang Terima Hadiah dari Melaporkan Kasus Korupsi

Ketua KPK: Sudah 2 Orang Terima Hadiah dari Melaporkan Kasus Korupsi

Regional
Jalan Jatibaru Dibuka Dua Arah, Angkot Bebas Melintas hingga Rute Transjakarta Dialihkan

Jalan Jatibaru Dibuka Dua Arah, Angkot Bebas Melintas hingga Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Proyektil 'Peluru Nyasar' di Gedung DPR Dikirim ke Labfor Mabes Polri

Proyektil "Peluru Nyasar" di Gedung DPR Dikirim ke Labfor Mabes Polri

Megapolitan
Hari Ini, Bawaslu Datangi SMAN 87 untuk Minta Keterangan Siswa Terkait Dugaan Doktrin Anti-Jokowi

Hari Ini, Bawaslu Datangi SMAN 87 untuk Minta Keterangan Siswa Terkait Dugaan Doktrin Anti-Jokowi

Megapolitan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi, Bupati Bandung Barat Terpilih Bantah Terima Uang

Jadi Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi, Bupati Bandung Barat Terpilih Bantah Terima Uang

Regional
Bertemu Presiden Uganda, Kanye West Beri Hadiah Sepatu Kets Putih

Bertemu Presiden Uganda, Kanye West Beri Hadiah Sepatu Kets Putih

Internasional
Banjir Landa Nias Selatan

Banjir Landa Nias Selatan

Regional
Close Ads X