Sirkulasi Darah Lancar, Hidup Lebih Sehat

Kompas.com - 13/04/2010, 11:41 WIB
Editoracandra

JAKARTA, KOMPAS.com - Darah dalam tubuh manusia, ibarat oli atau pelumas pada mesin mobil atau motor. Mesin bakal rusak jika sirkulasi oli tersendat.

Begitu juga dengan tubuh manusia. Apabila aliran darah kurang lancar maka asupan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh juga bakal berkurang.

Hal itu tentu bisa berdampak pada melemahnya daya tubuh. Bahkan, sejumlah penyakit pun siap menyerang, seperti jantung, stroke, anemia, kanker, leukimia, dan lainnya gara-gara aliran darah dalam tubuh terganggu. Karena itu, sirkulasi darah harus lancar.

Kelancaran sistem transportasi atau sirkulasi darah ini sangat bergantung pada instrumen lainnya, seperti jantung dan pembuluh darah. "Jika terdapat gangguan pada jantung, pembuluh darah atau darah Anda sendiri maka sirkulasi dan transportasi pun menjadi terhambat," ujar Mulyadi Tedjapranata, pakar kesehatan Klinik Medizone.

Jadi, ada baiknya Anda memperhatikan kelancaran sirkulasi darah pada tubuh.

Biasanya, ungkap Mulyadi, gangguan sirkulasi darah terjadi karena timbulnya kerak atheromatous pada dinding pembuluh darah. Penyebab lainnya adalah peningkatan kekentalan darah, serta pengerasan pada dinding pembuluh darah.

Gangguan sirkulasi darah juga bisa terjadi akibat faktor keturunan. Misalnya, seseorang dari keluarga yang memiliki anggota keluarga pengidap penyakit akibat gangguan sirkulasi darah berpotensi terkena gangguan sirkulasi darah.

Marganda, pakar kesehatan dari Rumah Sakit Omni International Alam Sutera, menambahkan, faktor gaya hidup tidak sehat juga bisa menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah. Asal Anda tahu, serangan jantung dan stroke selama ini banyak menyerang orang yang gaya hidupnya tidak sehat, contohnya perokok serta peminum minuman beralkohol.

Pemilik kadar kolesterol tinggi dan kelebihan berat badan atau obesitas pun rentan terhadap serangan ini. "Dengan pola hidup seperti itu maka bakal banyak penyakit yang akan datang ke tubuh Anda," ucap Marganda.

Marganda menyarankan kita supaya mengurangi konsumsi bahan makanan yang bisa memicu penyakit asam urat, seperti kangkung, bayam, dan daging kambing. "Kandungan purinnya tinggi. Kalau asam urat tinggi sudah pasti sirkulasi darah juga terganggu," ujarnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri Sarankan Sekolah Tatap Muka Disesuaikan Rekomendasi Satgas di Daerah

Mendagri Sarankan Sekolah Tatap Muka Disesuaikan Rekomendasi Satgas di Daerah

Nasional
Jokowi Sebut Transformasi Digital di Indonesia Masih Tertinggal

Jokowi Sebut Transformasi Digital di Indonesia Masih Tertinggal

Nasional
Demokrat Resmi Usung Denny Indrayana pada Pilkada Kalimantan Selatan

Demokrat Resmi Usung Denny Indrayana pada Pilkada Kalimantan Selatan

Nasional
Setara Institute: Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Lemahkan Reformasi Sektor Keamanan

Setara Institute: Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Lemahkan Reformasi Sektor Keamanan

Nasional
Kepala Keluarga Perempuan Kesulitan Ekonomi, Kemensos Minta Pemda Perbaiki Data Penerima Bansos

Kepala Keluarga Perempuan Kesulitan Ekonomi, Kemensos Minta Pemda Perbaiki Data Penerima Bansos

Nasional
Diduga Bertemu Djoko Tjandra di Luar Negeri, Ini Pasal Pidana yang Bisa Jerat Jaksa Pinangki

Diduga Bertemu Djoko Tjandra di Luar Negeri, Ini Pasal Pidana yang Bisa Jerat Jaksa Pinangki

Nasional
PK Perkara Syafruddin Arsyad Temenggung Ditolak MA, Ini Respons KPK

PK Perkara Syafruddin Arsyad Temenggung Ditolak MA, Ini Respons KPK

Nasional
MAKI Nilai Bareskrim Perlu Periksa Jaksa Pinangki Terkait Djoko Tjandra

MAKI Nilai Bareskrim Perlu Periksa Jaksa Pinangki Terkait Djoko Tjandra

Nasional
LPSK Desak Pemerintah Alokasikan Anggaran Memadai bagi Saksi dan Korban TPPO

LPSK Desak Pemerintah Alokasikan Anggaran Memadai bagi Saksi dan Korban TPPO

Nasional
Kemensos Sebut Sudah Bantu Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi Covid-19

Kemensos Sebut Sudah Bantu Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi Covid-19

Nasional
Periksa Tiga Saksi, KPK Gali Informasi soal Barang Mewah Milik Menantu Nurhadi

Periksa Tiga Saksi, KPK Gali Informasi soal Barang Mewah Milik Menantu Nurhadi

Nasional
Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Nasional
Selasa, Bareskrim Berencana Periksa Anita Kolopaking Terkait Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Selasa, Bareskrim Berencana Periksa Anita Kolopaking Terkait Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Nasional
Kuasa Hukum Nilai Alasan JPU KPK Tolak JC Wahyu Setiawan Tak Berdasar

Kuasa Hukum Nilai Alasan JPU KPK Tolak JC Wahyu Setiawan Tak Berdasar

Nasional
LPSK: Korban Perbudakan Modern Umumnya Jalin Kontrak Tidak Jelas

LPSK: Korban Perbudakan Modern Umumnya Jalin Kontrak Tidak Jelas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X