Efek Ketidakhadiran Ayah: Buruk!

Kompas.com - 02/04/2010, 09:15 WIB
Editoracandra

2.  Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun hubungan. Karena itu, pahami saat ini Anda berada di titik mana dan ingin menuju ke titik mana.

3.  Kehidupan ini dibangun oleh jutaan "sekarang juga". Jika Anda ingin membangun hubungan baik dengan anak-anak, mulailah sekarang juga.  

4.  Pikirkan kalimat apa yang ingin diucapkan oleh anak-anak ketika mereka meninggalkan rumah: “Ayahku selalu...” Kata-kata apa yang Anda inginkan diucapkan anak-anak untuk melengkapi kalimat tersebut, maka itulah jalan untuk memulai perubahan sikap Anda sendiri. Mau jadi ayah yang baik?

Kriteria ayah yang baik
Dalam bukunya yang berjudul Involved Fathering and Men’s Adult Development: Provisional Balances, Prof Rob Palkovitz membuat kriteria tentang kualitas seorang ayah yang baik.  Simak dan periksa, apakah Anda termasuk di dalamnya!

Perceraian ayah dan ibu tidak dapat menjadi alasan yang cukup untuk menilai diri baik atau tidak sebagai ayah. Sebab, meskipun ada istilah “bekas istri” atau “bekas suami,” tidak ada “bekas ayah”.

  •      Suportif
  •      Menetapkan peraturan
  •      Bertindak sebagai guru
  •      Pembimbing moral
  •      Menjadi model peran bagi anak
  •      Memiliki kesabaran
  •      Pendengar yang baik
  •      Pemberi nafkah yang baik
  •      Hidup sesuai dengan harapannya atas kehidupan anaknya
  •      Tetap ingat bagaimana rasanya menjadi anak sehingga mengerti perasaan anak

@ Widya Saraswati

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X