Program Kajian ASEAN The Habibie Center Diresmikan

Kompas.com - 24/02/2010, 15:06 WIB
Editormsh

JAKARTA, KOMPAS.com- Program kajian ASEAN The Habibie Center, Rabu (24/2/2010), diresmikan. Salah satu kajian yang akan dilakukan antara lain mencermati isu yang lagi hangat, yaitu implikasi perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China terhadap ekonomi Indonesia.

Peresmian dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Prof Dr Muladi dengan disaksikan Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Djauhari Oratmangun.

"Pusat kajian ASEAN sangat minim. Kajian justru ada di Belanda atau Australia. Paling dekat adalah di Singapura dan Thailand, sementara Indonesia tidak punya. Ini mengherankan sekali,"  kata Oratmangun.

Tantangan ke depan adalah membawa ASEAN ke publik. FTA ASEAN-China punya posisi positif, karena akhirnya ASEAN kini diperhitungkan dalam pikiran-pikiran anak muda. Ada satu perasaan senasib dalam pasar global yang menghadapi serbuan produk China.




Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X