Tolak Dekan, Dokter Ancam Berhenti Mengajar

Kompas.com - 21/01/2010, 02:01 WIB
Editortof

PONTIANAK,KOMPAS.com - Sejumlah dokter dari RSUD dr Soedarso mengancam berhenti mengajar di Fakultas Kedokteran (FK) dan Ilmu Kesehatan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Ini sebagai bentuk penolakan penetapan dekan yang bukan berlatar belakang ilmu kedokteran.

Dalam aksi di depan Rektorat Rabu siang, kaca pintu depan gedung tersebut pecah karena mereka berusaha masuk untuk menghentikan pelantikan Dr Thamrin Usman DEA sebagai dekan yang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Untan Pontianak.


Untuk diketahui, Usman adalan calon dekan yang berlatar belakang pendidikan bidang kimia. Sebelumnya ia adalah Dekan Fakultas Matematika IPA. Sementara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Untan sebelumnya masih berupa program studi dan tergabung di Fakultas MIPA. Ketua Program Studi dijabat Prof Wahyuning dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

John Hard, dokter spesialis bedah syaraf yang ikut dalam aksi itu mengatakan tidak bisa menerima keputusan pihak universitas. Menurut dia, pembentukan karakter dan dokter yang mumpuni haruslah juga dipimpin oleh seorang dokter.
    
Ia menganggap ada kejanggalan karena Prof Wahyuning sendiri menyarankan agar Untan dapat mengambil dokter dari universitas lain di Indonesia untuk menjadi dekan di fakultas tersebut. Namun hal itu tidak dilakukan karena pihak universitas harus mengeluarkan biaya besar.
    
Rektor Untan Prof Dr Chairil Effendy mengatakan, penunjukan dekan untuk Fakultas Kedokteran melalui proses panjang dan telah mendapatkan persetujuan dari Dirjen Pendidikan Tinggi.
    
Menurut dia, jabatan dekan adalah jabatan administratif yang tidak berkaitan langsung dengan perkuliahan. Hal itu berbeda dengan posisi ketua program studi karena berkaitan langsung dengan perkuliahan.

"Mengangkat dekan dari universitas lain juga memungkinkan. Namun Untan harus menyiapkan rumah jabatan, kendaraan dan honor yang besar. Sedangkan dokter yang menjadi dosen belum ada yang memenuhi persyaratan sebagai dekan," katanya.

Sebanyak 42 orang dokter spesialis dan 20 dokter umum di RSUD dr Soedarso Pontianak kini menolak memberikan bimbingan kepada mahasiswa Kedokteran Untan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.