Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perdamaian, Cinta, dan Harmoni, Kekuatan Perekat Manusia

Kompas.com - 15/01/2010, 21:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Perdamaian, cinta, dan harmoni (Peace, Love, Harmony) seharusnya menjadi kekuatan perekat di antara jiwa-jiwa manusia pada peradaban dunia yang akan datang. Hubungan antar manusia yang dilandasi kedamaian hati, niscaya akan mempersatukan dunia ini dalam kedamaian pula.

“Saya yakin dunia akan menjadi jauh lebih baik, apabila peradaban dunia dibangun atas landasan kasih dan perdamaian,” kata Anand Krishna, pendiri Yayasan Anand Ashram, usai perayaan HUT ke-19 Yayasan Anand Ashram di Padepokan One Earth One Sky One Humankind di Ciawi-Bogor.

Perayaan yang dihadiri perwakilan dari Amerika Serikat dan India, serta beberapa undangan dari Belanda, Puerto Rico, dan Jepang sangat meriah dilaksanakan. Tak kurang dari 400 undangan dari berbagai profesi, agama, suku, dan bangsa ini ikut larut dalam suasana ceria. Para undangan dihibur sekaligus diajak merenung melalui tarian, lagu, dan role play atau drama singkat yang mengusung isu-isu aktual seputar pemanasan global, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, dan konflik antar agama.

Sejak awal berdirinya pada tahun 1991 Yayasan Anand Ashram, dengan visi “One Earth One Sky One Humankind”, telah bertekad menyebarkan pesan perdamaian, cinta dan keharmonisan antar umat manusia, tidak hanya ke seluruh penjuru Indonesia, namun juga ke seluruh penjuru dunia.

"Melalui berbagai kegiatan Yayasan Anand Ashram dan sayap-sayap organisasinya, saat ini kami sedang berupaya memberdaya diri untuk mampu menjadi penghubung antar hati manusia dari berbagai bangsa,” kata Maya Safira Muchtar, ketua Yayasan Anand Ashram.

Maya Safira Muchtar bertekad ke depan Indonesia tak hanya dikenal sebagai negara yang memiliki keindahan panorama alam dan budayanya, tetapi juga dikenal sebagai negara yang mampu menjadi pembawa obor perdamaian ke seluruh dunia.

Salah satu wujud dari tekad tersebut, saat ini Yayasan Anand Ashram telah mengembangkan berbagai organisasi sayap untuk mendukung berbagai kegiatannya. Beberapa organisasi sayap Yayasan Anand Ashram tersebut antara lain National Integration Movement (NIM), Forum Kebangkitan Jiwa (FKJ), Yayasan Pendidikan Anand Krishna, Indonesian Youth Revolution, California Bali Friendship Association, Islamic Movement for Non-Violence, One Earth School, Padepokan One Earth One Sky One Humankind, Anand Krishna Global Cooperation, Tibet Indonesia Friendship Association, Brazil Indonesia Friendship Association, dan ForADokSi-BIP (Forum Pengajar, Dokter, dan Psikologi bagi Ibu Pertiwi).

H.E. Biren Nanda, Duta Besar dan Berkuasa Penuh India untuk Indonesia, dalam sambutannya berkata bahwa dalam kebudayaan India dikenal pepatah bijaksana: “Kita semua adalah satu keluarga”. Dan, menurut hasil penelitian sains terbaru saat ini memang telah ditemukan bahwa secara genetik manusia berasal dari “orang tua” yang sama.  “Dan secara spiritual, sudah sejak lama diketahui, bahwa setiap manusia memang bersaudara; apa pun agama, suku, dan bangsanya. Karena itu perdamaian adalah pilihan yang rasional sekaligus spiritual bagi peradaban manusia saat ini,” tambahnya.

“Saya sangat terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh Yayasan Anand Ashram selama ini. Apa yang mereka perbuat merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan perdamaian dunia dan keharmonisan antar umat beragama,” kata Scott Flipse, Direktur Program Asia Timur US Commission On International Religious Freedom.

Hal senada juga disampaikan oleh Saddiq Pablo, Sufi dari Puerto Rico, yang juga ikut hadir dalam perayaan HUT ke-19 Yayasan Anand Ashram. “Sungguh mengagumkan menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh Yayasan Anand Ashram selama 19 tahun ini. Namun, yang lebih mengagumkan adalah keceriaan dan kedamaian yang saya lihat pada wajah-wajah aktivis spiritual di Yayasan Anand Ashram. Mereka benar-benar dapat menjadi pembawa obor perdamaian dunia saat ini,” tambah Pablo.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketua KPU Bantah Dugaan Asusila dengan Anggota PPLN

Ketua KPU Bantah Dugaan Asusila dengan Anggota PPLN

Nasional
Soal Kemungkinan Usung Anies di Pilkada DKI, Sekjen PDI-P: DPP Dengarkan Harapan Rakyat

Soal Kemungkinan Usung Anies di Pilkada DKI, Sekjen PDI-P: DPP Dengarkan Harapan Rakyat

Nasional
DPR Pastikan Hasil Pertemuan Parlemen di WWF Ke-10 Akan Disampaikan ke IPU

DPR Pastikan Hasil Pertemuan Parlemen di WWF Ke-10 Akan Disampaikan ke IPU

Nasional
Komisi II Pertimbangkan Bentuk Panja untuk Evaluasi Gaya Hidup dan Dugaan Asusila di KPU

Komisi II Pertimbangkan Bentuk Panja untuk Evaluasi Gaya Hidup dan Dugaan Asusila di KPU

Nasional
Djoko Susilo PK Lagi, Ketua KPK Singgung Kepastian Hukum

Djoko Susilo PK Lagi, Ketua KPK Singgung Kepastian Hukum

Nasional
KPK Geledah Kantor PT Telkom dan 6 Rumah, Amankan Dokumen dan Alat Elektronik

KPK Geledah Kantor PT Telkom dan 6 Rumah, Amankan Dokumen dan Alat Elektronik

Nasional
Pembukaan Rakernas Ke-5 PDI-P Akan Diikuti 4.858 Peserta

Pembukaan Rakernas Ke-5 PDI-P Akan Diikuti 4.858 Peserta

Nasional
KPK Gelar 'Roadshow' Keliling Jawa, Ajak Publik Tolak Politik Uang

KPK Gelar "Roadshow" Keliling Jawa, Ajak Publik Tolak Politik Uang

Nasional
Bobby ke Gerindra padahal Sempat Bilang 'Insya Allah' Gabung Golkar, Mekeng: 'Nothing Special'

Bobby ke Gerindra padahal Sempat Bilang "Insya Allah" Gabung Golkar, Mekeng: "Nothing Special"

Nasional
PPP Disebut Tak Bisa Lolos Parlemen, Mardiono: Ketua KPU Bukan Pengganti Tuhan

PPP Disebut Tak Bisa Lolos Parlemen, Mardiono: Ketua KPU Bukan Pengganti Tuhan

Nasional
Soal Dapat Jatah 4 Kursi Menteri, Ketum PAN: Hak Prerogatif Prabowo

Soal Dapat Jatah 4 Kursi Menteri, Ketum PAN: Hak Prerogatif Prabowo

Nasional
Galang Dukungan di Forum Parlemen WWF Ke-10, DPR Minta Israel Jangan Jadikan Air Sebagai Senjata Konflik

Galang Dukungan di Forum Parlemen WWF Ke-10, DPR Minta Israel Jangan Jadikan Air Sebagai Senjata Konflik

Nasional
Alasan PDI-P Tak Undang Jokowi Saat Rakernas: Yang Diundang yang Punya Spirit Demokrasi Hukum

Alasan PDI-P Tak Undang Jokowi Saat Rakernas: Yang Diundang yang Punya Spirit Demokrasi Hukum

Nasional
Waketum Golkar Kaget Bobby Gabung Gerindra, Ungkit Jadi Parpol Pertama yang Mau Usung di Pilkada

Waketum Golkar Kaget Bobby Gabung Gerindra, Ungkit Jadi Parpol Pertama yang Mau Usung di Pilkada

Nasional
Pj Ketum PBB Sebut Yusril Cocok Jadi Menko Polhukam di Kabinet Prabowo

Pj Ketum PBB Sebut Yusril Cocok Jadi Menko Polhukam di Kabinet Prabowo

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com