KPK: Survei Integritas Itu untuk Perbaikan - Kompas.com

KPK: Survei Integritas Itu untuk Perbaikan

Kompas.com - 23/12/2009, 18:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin mengatakan, survei integritas yang mengukur tingkat pelayanan publik lembaga negara pada intinya bertujuan untuk perbaikan layanan. Hal tersebut dikatakannya seusai menjadi pembicara dalam diskusi panel "Refleksi Akhir Tahun Pemberantasan Korupsi di Daerah, Meretas Harapan untuk Indonesia Bermartabat Tanpa Korupsi", Rabu (23/12/2009) di Jakarta.

Menurut M Jasin, survei tersebut dilakukan dengan pengukuran yang ilmiah dari pengakuan langsung masyarakat, bukan penilaian KPK. Dalam hal ini, kata Jasin, KPK hanya berperan sebagai pendorong agar lembaga yang terkait memperbaiki kualitas layanannya.

"Yang bisa melakukan instansi yang berkaitan memperbaiki pelayanan. Kita sebagai trigger mekanik yang mendorong agar diperbaiki agar mayarakat senang. Itu kan survei masyarakat puas atau tidak," katanya. Seperti yang diberitakan, kepolisian dan Departemen Perindustrian mendapat skor terendah dalam pelayanan publik berdasarkan survei integritas KPK 2009.

M Jasin juga menyampaikan rekomendasinya untuk lembaga yang mendapat skor terendah dalam survei integritas 2009 tersebut. "Rekomendasinya mari kita perbaiki. Itu kan tugas bersama. Itu PR bersama bangsa," ujarnya.

"Ini kan sifatnya pencegahan seperti yang dulu kita pernah lakukan ke Depkeu, Pajak. Mereka kita undang dan mereka welcome. Merespons dengan baik untuk memperbaiki, seharusnya siapa pun welcome," ujarnya.


Editorwah

Terkini Lainnya

Biografi Tokoh Dunia: Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi

Biografi Tokoh Dunia: Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi

Internasional
Polisi Tak Masalah soal Tren Foto Jakarta Sepi Asal Warga Berhati-hati

Polisi Tak Masalah soal Tren Foto Jakarta Sepi Asal Warga Berhati-hati

Megapolitan
Rizieq Dikabarkan akan Pulang, Sandiaga Berharap Jakarta Tetap Kondusif

Rizieq Dikabarkan akan Pulang, Sandiaga Berharap Jakarta Tetap Kondusif

Megapolitan
Tagih Janji PM India, Pria Ini Jalan Kaki 1.350 Km ke New Delhi

Tagih Janji PM India, Pria Ini Jalan Kaki 1.350 Km ke New Delhi

Internasional
Hujan dan Angin Kencang di Aceh, Perjalanan Ferry Dibatalkan hingga Banyak Rumah warga Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Aceh, Perjalanan Ferry Dibatalkan hingga Banyak Rumah warga Rusak

Regional
Cari Buaya di Teluk Jakarta, Sandiaga Akan Bentuk Tim Khusus

Cari Buaya di Teluk Jakarta, Sandiaga Akan Bentuk Tim Khusus

Megapolitan
Gerindra: Iriawan sebagai PJ Gubernur Jabar Rusak Kredibilitas Pemerintah

Gerindra: Iriawan sebagai PJ Gubernur Jabar Rusak Kredibilitas Pemerintah

Nasional
Dilantik Jadi Penjabat Gubernur Jabar, Ini Langkah Pertama M Iriawan

Dilantik Jadi Penjabat Gubernur Jabar, Ini Langkah Pertama M Iriawan

Regional
Diserbu Wisatawan, Jalur Yogyakarta-Wonosari Padat Merayap hingga 15 Km

Diserbu Wisatawan, Jalur Yogyakarta-Wonosari Padat Merayap hingga 15 Km

Regional
M Iriawan: Kalau Saya Tidak Netral, Sayang Karier Saya

M Iriawan: Kalau Saya Tidak Netral, Sayang Karier Saya

Regional
10 Kasus Ular Vs Manusia di Indonesia

10 Kasus Ular Vs Manusia di Indonesia

Regional
Sandiaga: Pak SBY Titip Pesan, Insya Allah Kita Bersama-sama di 2019

Sandiaga: Pak SBY Titip Pesan, Insya Allah Kita Bersama-sama di 2019

Megapolitan
Sembunyikan Sepeda hingga Ikan Koi, Pencuri di Tangerang Akan Dites Kejiwaan

Sembunyikan Sepeda hingga Ikan Koi, Pencuri di Tangerang Akan Dites Kejiwaan

Megapolitan
Pengunjung Meningkat, Sampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan

Pengunjung Meningkat, Sampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan

Megapolitan
1.720 Personel Kepolisian Disiagakan Hadapi Lonjakan Arus Balik di Jakarta Pusat

1.720 Personel Kepolisian Disiagakan Hadapi Lonjakan Arus Balik di Jakarta Pusat

Megapolitan

Close Ads X