Dikerjakan Huawei, Nilai Investasi Palapa Ring Tahap I Turun dari Prediksi Awal

Kompas.com - 01/12/2009, 09:21 WIB
Editorwah

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menunjuk Huawei Marine sebagai pemasok yang akan menggarap proyek Palapa Ring tahap I. Sejak kemarin (30/11), Telkom resmi menggarap Palapa Ring tahap I di ruas yang menghubungkan Mataram dan Kupang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan langsung proyek pembanguna jaringan fiber optic untuk sektor selatan Indonesia Bagia Timur itu. Menurut Vice President Marketing And Telecommunication Telkom Eddy Kurnia, Telkom akan mengupayakan proyek itu selesai sesuai jadwal pada November 2010.

Huawei Marine yang akan menggarap proyek ini merupakan konsorsium tiga perusahaan. Mereka telah memenangi tender yang digelar oleh Telkom. Huawei terpilih salah satunya karena harga penawaran yang mereka ajukan lebih kompetitif dibandingkan pesaing lainnya.

"Selama proses tender itu, ada proses evaluasi, negosiasi, dan sebagainya. Sehingga, didapatlah angka investasi yang dikeluarkan Telkom sekitar Rp 500 miliar atau 50 jutaan dollar AS," kata Eddy, Senin (30/11).

Nilai investasi ini jelas lebih rendah dari estimasi awal sekitar 75 juta dollar AS. Panjang total kabel fiber optic darat dan bawah ini 1.041 kilometer dan kapasitas terpasangnya mencapai 40 Giga bit per second (Gbps).

Catatan saja, proyek Palapa Ring awalnya digagas konsorsium yang beranggotakan tujuh perusahaan yang umumnya operator telekomunikasi. Tapi, karena krisis, kini tersisa tiga perusahaan, yaitu PT Telkom, PT Indosat, dan PT Bakrie Telecom.

Palapa Ring tahap I semula juga akan digarap konsorsium. Namun, belakangan, Telkom sanggup membangun sendiri. "Pembangunan ini salah satu upaya Telkom mempercepat pembangunan di Kawasan Timur Indonesia," kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, kemarin.

Berlanjut ke tahap II

Selain Palapa Ring tahap I, pemerintah juga memiliki proyek Palapa Ring tahap II. Melalui kedua proyek ini, pembangunan jaringan serat optik nasional akan menjangkau 33 ibukota Provinsi dan 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Jaringan ini akan menjadi tumpuan semua penyelenggara telekomunikasi dan pengguna jasa telekomunikasi yang membutuhkan transfer data dalam kecepatan tinggi atau pita lebar.

Palapa Ring tahap II yang meliputi sektor utara Indonesia Timur akan dibangun tiga perusahaan yang tergabung dalam konsorsium, yaitu PT Telkom, PT Indosat dan PT Bakrie Telecom. Kabel darat dan bawah laut itu akan mulai digarap awal 2011 dari Manado, Ternate, Sorong, Ambon, Kendari, hingga Makassar.

Kepala Pusat Informasi d Humas Departemen Komuni kasi dan Informatika Gatot Dewo Broto minta konsorsium serius menggarap proyek tahap II. "Kami memperjuangkan konsorsium itu mendapat fasilitas keringanan perpajakan agar proyek terealisasi segera," katanya.(Gentur Putro Jati, Nadia Citra Surya/KONTAN)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud MD Minta Perguruan Tinggi Hasilkan Sarjana Terampil dan Berkarakter

Mahfud MD Minta Perguruan Tinggi Hasilkan Sarjana Terampil dan Berkarakter

Nasional
Jokowi Minta Perguruan Tinggi Lebih Aktif Kerja Sama dengan Industri

Jokowi Minta Perguruan Tinggi Lebih Aktif Kerja Sama dengan Industri

Nasional
Kemenkes: Orang dengan Penyakit Tak Menular Rentan Terinfeksi Covid-19

Kemenkes: Orang dengan Penyakit Tak Menular Rentan Terinfeksi Covid-19

Nasional
Jokowi Ingatkan Para Rektor soal Pentingnya Memerdekakan Mahasiswa

Jokowi Ingatkan Para Rektor soal Pentingnya Memerdekakan Mahasiswa

Nasional
Jokowi Sebut Masalah Pendidikan Tinggi Kompleks, Minta Rektor Saling Bantu

Jokowi Sebut Masalah Pendidikan Tinggi Kompleks, Minta Rektor Saling Bantu

Nasional
Kemenkes: Penyakit Tidak Menular Mulai Dialami Masyarakat Usia 10-14 Tahun

Kemenkes: Penyakit Tidak Menular Mulai Dialami Masyarakat Usia 10-14 Tahun

Nasional
Presiden Jokowi: Kita Punya Peluang Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi

Presiden Jokowi: Kita Punya Peluang Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi

Nasional
Jokowi: Perguruan Tinggi Harus Perhatikan Kesehatan Mental dan Fisik Mahasiswa

Jokowi: Perguruan Tinggi Harus Perhatikan Kesehatan Mental dan Fisik Mahasiswa

Nasional
Jokowi: Kuliah Daring Sudah Jadi 'New Normal', bahkan 'Next Normal'

Jokowi: Kuliah Daring Sudah Jadi "New Normal", bahkan "Next Normal"

Nasional
 Amien Rais: Banyak Menteri yang Tidak Paham Kehidupan Rakyat

Amien Rais: Banyak Menteri yang Tidak Paham Kehidupan Rakyat

Nasional
Amien Rais Nilai Jokowi Salah Besar Publikasikan Kemarahan

Amien Rais Nilai Jokowi Salah Besar Publikasikan Kemarahan

Nasional
Hak Jawab Jubir PKS Terkait Pemberitaan 'Jokowi Ancam Reshuffle, PKS Tegaskan Tak Tertarik Kursi Menteri'

Hak Jawab Jubir PKS Terkait Pemberitaan "Jokowi Ancam Reshuffle, PKS Tegaskan Tak Tertarik Kursi Menteri"

Nasional
OTT Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur: Suami-Istri Tersangka Korupsi

OTT Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur: Suami-Istri Tersangka Korupsi

Nasional
Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah untuk Cegah Perekonomian RI Minus pada Akhir Tahun

Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah untuk Cegah Perekonomian RI Minus pada Akhir Tahun

Nasional
Eksekusi Putusan Hakim, Jaksa Segera Rampas Aset Buronan Honggo Wendratno

Eksekusi Putusan Hakim, Jaksa Segera Rampas Aset Buronan Honggo Wendratno

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X