MUI: Jangan Percaya Ramalan Kiamat

Kompas.com - 18/11/2009, 09:11 WIB
EditorAbi

SURABAYA, KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk tidak memercayai ramalan tentang datangnya hari kiamat, seperti yang digambarkan dalam film berjudul 2012.
     
"Apabila masyarakat memercayai film tersebut, bertentangan dengan akidah," kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Jatim A Rachman Aziz di Surabaya, Rabu (18/11).
     
Menurut dia, datangnya hari kiamat tidak bisa diramalkan dan ditentukan oleh manusia. "Umat Islam memang harus percaya kiamat itu pasti terjadi. Namun, kapan dan seperti apa kiamat itu terjadi, merupakan kuasa Allah," katanya.
     
Bahkan, dia yakin orang yang membuat film 2012 tidak dapat mengetahui, kapan dan bagaimana kiamat itu terjadi. "Yang ada di film itu hanya imajinasi orang yang membuatnya," kata Rachman.
     
Film yang dibintangi John Cussack itu diputar secara serentak di gedung-gedung bioskop di Indonesia sejak 14 November. Film yang menjadi box office itu mengisahkan ramalan suku Maya kuno bahwa kehidupan di dunia akan berakhir pada 21 Desember 2012.
     
Rachman berpendapat, ada dampak positif dan negatif bagi masyarakat mengenai film tersebut. "Sisi positifnya, masyarakat akan memercayai datangnya hari kiamat sehingga akan berbuat kebajikan, sedangkan negatifnya adanya kepercayaan masyarakat bahwa pada 2012 mendatang akan terjadi kiamat," tuturnya.
     
Meskipun demikian, MUI Jatim tidak melarang masyarakat untuk menonton film 2012 itu. "Kami hanya mengimbau masyarakat jangan percaya film itu, bukan melarang menonton," katanya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X