Temanggung Buat Alat Pengambil Zat Nikotin Tembakau

Kompas.com - 15/11/2009, 18:24 WIB
EditorEdj

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Bekerjasama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung saat ini tengah merintis upaya melakukan diversifikasi pengolahan tembakau, selain untuk rokok. Hal ini dilakukan dengan merancang alat untuk mengambil zat nikotin dari tembakau, untuk kemudian diolah sebagai bahan baku obat-obatan kimia dan vitamin.

Bupati Temanggung Hasyim Affandi mengatakan, nota kesepahaman kerjasama ini sudah ditandatangani pada 10 November 2009, dan saat ini ditindaklanjuti dengan membuat alat pemisah nikotin tersebut

"Diharapkan, tepat pada panen raya tembakau Agustus tahun 2010, alat ini sudah benar-benar siap digunakan oleh para petani di Kabupaten Temanggung," ujarnya, saat ditemui, Minggu (15/11).

Untuk proses pembuatan alat ini saja, Pemkab Temanggung memberikan dukungan dana Rp 325 juta. Jika nantinya alat sudah siap dan selesai dibuat, maka Pem kab Temanggung juga akan membeli 12 alat dari UGM selama dua tahun berturut-turut, untuk disumbangkan kepada kelompok-kelompok petani tembakau.

"Jika pada tahun ketiga, respon terhadap alat ini cukup bagus dan permintaan meningkat, maka para petani diharapkan sudah bisa membeli dengan dana sendiri," ujarnya.

Teknisi Laboratorium Fakultas MIPA UGM Yogyakarta Suratmanto mengatakan, proses mengambil nikotin ini melalui beberapa tahapan dengan memakai berbagai alat yang terpisah-pisah. Pada tahap awal, tembakau rajangan dari petani dibuat menjadi larutan kental dengan acara dicampur dengan etanol. Setelah itu, dengan memakai bejana-bejana kimia, larutan ini diproses sehingga etanol kembali terpisah.

Selanjutnya, cairan tembakau yang sudah dibebaskan dari etanol tersebut dicampurkan dengan larutan asam. Agar garam dalam larutan itu dapat terangkat, maka dicampurkan sedikit air, sedangkan pemisahan nikotin dilakukan dengan menambahkan cairan kloroform. Setelah terpisah, maka larutan garam dibuang dan larutan kloroform bercampur n ikotin ini pun diuapkan. Nikotin yang tersisa dari proses penguapan ini selanjutnya tinggal diserahkan ke industri farmasi untuk dikelola menjadi bahan baku insektisida atau vitamin B3.

"Maka, dalam tahapan berikutnya, Pemkab Temanggung tinggal mengembangkan kerjasama dengan industri-industri farmasi," ujarnya.

Suratmono mengatakan, UGM saat ini juga sudah berupaya mengelola tembakau-tembakau dengan kadar nikotin rendah menjadi rokok shisa, dengan aroma buah-buahan, yang sangat disukai masyarakat Timur Tengah.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X